KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan pemerintah akan mempercepat aktivasi Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) di lokasi pengungsian korban banjir di Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hak dan perlindungan perempuan serta anak terpenuhi dalam situasi darurat.
'Dalam situasi bencana, perempuan dan anak menghadapi kerentanan berlapis, mulai dari keterbatasan akses layanan dasar hingga risiko kekerasan. Pos SAPA hadir sebagai pusat koordinasi layanan, dukungan psikososial, serta pelaporan dan penanganan kasus kekerasan,' ujar Menteri Arifah, dikutip dari Kemen PPPA, Jumat (2/1/2026).
Kemen PPPA menekankan pentingnya kolaborasi dengan lembaga masyarakat (LM) yang aktif dalam tanggap darurat. Pemetaan LM yang memiliki program berkelanjutan di wilayah terdampak dianggap krusial untuk mendukung keberlangsungan Pos SAPA.
Selain itu, Pos SAPA juga difungsikan sebagai ruang pembelajaran sementara bekerja sama dengan Kemendikdasmen atau Dinas Pendidikan setempat, bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak bencana. Pendampingan psikologis bagi tenaga pendidik dan peserta didik juga menjadi prioritas.
BACA JUGA: BNPB: Korban Tewas Banjir Aceh, Sumut, dan Sumbar Bertambah Jadi 1.157 Jiwa
'Pemerintah memastikan perempuan dan anak mendapatkan rasa aman, layanan layak, serta dukungan psikososial berkelanjutan. Negara hadir secara utuh, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga perlindungan dari kekerasan,' tambah Menteri Arifah.
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, menyampaikan dukungan penuh terhadap Pos SAPA. 'Kami berharap dukungan lebih terstruktur dan berkesinambungan dari DP3A dan Kemen PPPA untuk pemenuhan kebutuhan spesifik serta perlindungan dari kekerasan bagi perempuan dan anak,' ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Bireuen, Dailami, menyoroti perlunya layanan dukungan psikososial (LDP) dan pemeriksaan kesehatan. 'Kami mendukung kegiatan LDP dan pemeriksaan kesehatan oleh Kemen PPPA dan Dinas PPPA Provinsi Aceh di Kecamatan Samalanga. Dukungan mitra seperti PKBI, Gerak Bareng, Lentera Habibi, dan IDAI sangat membantu perempuan dan anak tetap semangat pulih pasca-bencana,' jelasnya.
Kepala Dinas PPPA Provinsi Aceh, Meutia Juliana, menambahkan, 'Sebanyak 11 kabupaten/kota masih dalam masa tanggap darurat. UPTD PPA di kabupaten/kota sudah mulai memberikan layanan meski menghadapi kendala sarana prasarana akibat banjir.'
BACA JUGA: KNMP Toli-Toli Rampung 100 Persen, KKP Siapkan 64 Lokasi Lain pada 2026
Kemen PPPA menegaskan Pos SAPA merupakan upaya strategis dalam perlindungan perempuan dan anak saat bencana. Sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga masyarakat sangat penting agar layanan responsif gender dan pemenuhan hak anak terlaksana secara optimal.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap perempuan dan anak di wilayah terdampak banjir dapat memperoleh perlindungan, layanan dasar, serta dukungan psikososial yang menyeluruh. (KSC)
TIM REDAKSI
(0)تعليقات