Timbulnya rasa kesat bukan tanda wajah sudah bersih

Timbulnya rasa kesat bukan tanda wajah sudah bersih
View on original source
Catégorie: Santé
Partager
Archive
J’aime
Timbulnya rasa kesat bukan tanda wajah sudah bersih Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis dermatologi, venereologi dan estetika dr. Hafiza Fathan, Sp.DVE, FINSDV, PGC mengatakan timbulnya rasa kesat seperti tertarik setelah membersihkan wajah bukan tanda kulit sudah benar-benar bersih. 'Padahal sebenarnya, kesat atau rasa bersih itu sebenarnya bukan parameter yang tepat untuk kebersihan kita cleansing. Harusnya tidak memberikan sensitif. Kulitnya harus nyaman setelahnya," kata Hafiza dalam sebuah sesi diskusi di Jakarta, Minggu. Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengatakan kebiasaan menggosok kulit saat membersihkan wajah justru dapat memicu masalah pada kulit jika dilakukan berulang. Selama melangsungkan praktik, ia mengaku kerap menemui pasien dengan kulit sensitif yang berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari, termasuk cara membersihkan wajah dengan menggosok kulit secara berlebihan. Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat mengganggu kondisi kulit karena gesekan merupakan bentuk berbagai macam tekanan di luar kulit yang dapat menyebabkan iritasi, untuk itu, proses membersihkan wajah perlu dilakukan secara efektif tanpa turut menghilangkan bagian kulit yang sehat. Baca juga: Pentingnya membersihkan wajah sebelum pakai produk perawatan kulit 'Efektif itu kita harus remove what needs to be removed. Jangan sampai kita me-remove juga kulit yang sehat,' ujar Hafiza. Dia menjelaskan kulit merupakan jaringan hidup yang terus mengalami perbaikan dan regenerasi. Kulit yang rusak akan digantikan dengan jaringan baru, sementara lapisan kulit yang terbentuk akan terus bergerak hingga mencapai permukaan dan terlepas. Proses tersebut membuat kebersihan kulit tetap perlu diperhatikan karena kotoran yang menempel di permukaan dapat menjadi beban bagi kulit. Namun, pembersihan tetap perlu dilakukan dengan cara yang tidak memberikan beban tambahan berupa gesekan berulang. Lebih lanjut, Hafiza menekankan bahwa penggunaan produk pembersih juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Jika seseorang menggunakan riasan atau tabir surya yang tahan air, misalnya, formula pembersih yang digunakan perlu mampu membersihkan produk tersebut. 'Kalau memang kita suka pakai make-up atau sunscreen yang waterproof, berarti kita harus cari formula yang bisa menangani waterproof,' katanya. Ia juga menambahkan gesekan yang dilakukan terus-menerus juga dapat memicu iritasi pada area kulit tertentu. Ia mencontohkan area lipatan seperti ketiak yang dapat mengalami perubahan akibat gesekan dan peradangan yang berulang. Baca juga: Aaliyah Massaid selalu bersihkan wajah sebelum bertemu anak Baca juga: Rutin membersihkan wajah bisa mencegah efek negatif polusi udara Baca juga: 10 mitos tentang cuci muka versi ahli dermatologi Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti Editor: Mahmudah Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

(0)Commentaires

 

À propos des cookies

Newshunt utilise des cookies essentiels pour vous garder connecté et mémoriser votre langue et votre pays, afin que le site fonctionne comme prévu. Avec votre permission, nous aimerions également utiliser des cookies analytiques pour comprendre comment les utilisateurs utilisent Newshunt et l'améliorer au fil du temps.

Accepter n'affecte que les analyses. Pour en savoir plus, consultez notre Politique de confidentialité or Conditions générales.