Satu-satunya fondasi tersisa dari MIN 05 Pidie Jaya yang hilang diterjang banjir bandang akhir November 2025 I Foto: ANTARA
PINTOE.CO - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menyatakan sebanyak 440 dari 500 madrasah di semua tingkatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor siap menyambut Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 5 Januari 2026.
"Berdasarkan data rekapan kesiapan dari kabupaten/kota terdampak, 440 madrasah sudah siap PBM pada 5 Januari," kata Ketua Satgas Tanggap Darurat Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, dilansir Antara, Jumat, 2 Januari 2025.
Sementara itu, untuk 60 madrasah yang belum siap sepenuhnya, upaya pelaksanaan PTM tetap dilakukan dengan sistem darurat. Misalnya, jika hanya lima kelas yang bisa dijalankan maka pembelajaran akan difokuskan terlebih dahulu pada kelima kelas tersebut.
Untuk sekolah yang hilang, roboh, atau tidak bisa digunakan lagi, pihak Kemenag mencari alternatif pembelajaran, seperti tenda darurat atau relokasi sementara. Contohnya, MIN 5 Pidie Jaya di Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang hilang diterjang banjir. Para siswa ditampung belajar di balai pengajian desa setempat.
Selain terdampak banjir, beberapa madrasah juga difungsikan sebagai titik pengungsian warga akibat aktivitas Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah yang berstatus siaga.
"Burni Telong bergejolak, jadi ada madrasah yang dijadikan tempat pengungsi. Madrasah kita banyak di Bener Meriah dan Aceh Tengah dijadikan tempat pengungsi," jelas Khairul.
Dia menegaskan koordinasi dengan petugas daerah terus dilakukan untuk menyediakan fasilitas pembelajaran di tenda darurat atau lokasi lain yang memungkinkan.[]
Editor: Lia Dali pembelajarantatapmuka sekolahdarurat kemenag madrasah pemulihanpendidikan
(0)Comments