TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan langkah cepat untuk menahan kenaikan harga beras yang terjadi saat Indonesia mulai memasuki periode paceklik produksi pangan di tengah kemarau yang lebih kering tahun ini.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni menambah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton untuk memperkuat pasokan di pasar, terutama pasar tradisional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, kondisi tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Pada 2025, Indonesia mengalami kemarau basah. Hujan masih turun pada periode September hingga Desember sehingga petani tetap dapat melakukan penanaman padi dan produksi beras masih berjalan.
Baca juga: Susu Kambing Mulai Dilirik, Zulkifli Hasan Dorong Peternak Kembangkan Produk hingga Hilir
"Produksi masih ada, supply masih ada. Masih bisa menahan harga," ujar Zulkifli Hasan seperti keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (8/9/2026).
Namun, situasi berbeda terjadi tahun ini. Kemarau yang lebih panjang dan kering membuat aktivitas tanam serta produksi di sejumlah sentra pangan mengalami penurunan.
Akibatnya, pasokan beras ke pasar menjadi lebih terbatas ketika kebutuhan masyarakat tetap berjalan.
Kondisi tersebut turut mendorong harga beras naik.
"Tahun ini kondisinya lebih kering. Memasuki musim paceklik, pasokan dari sentra produksi berkurang, sementara permintaan tetap ada."
"Karena itu, harga beras mengalami kenaikan," jelasnya.
Harga Beras Medium dan Premium Naik
Berdasarkan data BPS dan Bapanas, harga beras medium pada periode Januari-September 2026 meningkat dari Rp13.857 per kilogram menjadi Rp14.060 per kilogram.
Artinya, terjadi kenaikan sekira Rp203 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium naik dari Rp15.505 per kilogram menjadi Rp15.794 per kilogram atau meningkat sekira Rp289 per kilogram.
Menurut pemerintah, kenaikan harga beras premium turut memberikan tekanan terhadap harga beras secara umum.
Untuk mengantisipasinya, pemerintah memilih memperkuat pasokan melalui penyaluran beras SPHP.
(0)Comments