Pelaksanaan ibadah salat tahajud di malam hari setelah tidur menyimpan keutamaan besar bagi seorang Muslim. Sebelum membaca surat Al-Fatihah, amalan ini diawali dengan bacaan doa iftitah yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Dilansir dari Cahaya, terdapat ragam bacaan doa iftitah yang dapat diamalkan, salah satunya berbunyi Allahumma lakal hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli. Doa tersebut berisi ungkapan pujian setinggi-tingginya kepada Allah SWT sekaligus pengakuan tulus atas kebenaran janji-Nya.
Kehadiran perbedaan redaksi dalam riwayat para imam hadis menandakan adanya fleksibilitas dalam mengamalkannya. Muhammadiyah menjelaskan bahwa bacaan doa iftitah salat tahajud tidak terpaku pada satu redaksi saja, selama memiliki dasar hukum dari sunnah Rasulullah SAW.
Salah satu tuntunan doa yang populer berlandaskan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim. Berikut adalah bacaan lengkap dalam teks Arab, Latin, beserta terjemahannya:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ، وَ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ.
Allaahumma lakal-hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta qayyimus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta rabbus-samaawaati wal-ardli wa man fii hinna, antal-haqqu, wa wa'dukal-haqqu, wa qaulukal-haqqu, wa liqaaukal-haqqu, wal-jannatu haqqun, wan-naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, was-saa'atu haqqun.
"Ya Allah bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi, bagi-Mu segala puji, Engkaulah Tuhan langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya. Engkaulah kebenaran, dan janji-Mu adalah benar, dan perkataan-Mu adalah benar dan pertemuan dengan-Mu adalah benar, dan surga adalah benar, neraka adalah benar, Nabi-nabi-Mu adalah benar dan hari kiamat adalah benar)." (HR. al-Bukhari). Doa Iftitah Tahajud Riwayat Muslim
Selain riwayat al-Bukhari, terdapat pula redaksi yang sedikit lebih panjang sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut ini:
اللهُمَّ لَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السماوات وَالأَرْضِ وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السماوات وَالأَرْضِ وَلَكَ الحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السماوات وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الحَقُّ وَوَعْدُكَ الحَقُّ وَقَوْلُكَ الحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَأَخَّرْتُ وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ أَنْتَ إلهي لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْت.
Allaahumma lakal-hamdu anta nuurus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta qayyaamus-samaawaati wal-ardli, wa lakal-hamdu anta rabbus-samaawaati wal-ardli wa man fii hinna, antal-haqqu, wa wa'dukal-haqqu, wa qaulukal-haqqu, wa liqaauka haqqun, wal-jannatu haqqun, wan-naaru haqqun, was-saa'atu haqqun, Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa 'alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wa akhkhartu wa asrartu wa a'lantu anta ilaahii laa ilaaha illaa anta.
"Ya Allah bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi, bagi-Mu segala puji, Engkaulah Tuhan langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya. Engkaulah kebenaran, dan janji-Mu adalah benar, dan perkataan-Mu adalah benar dan pertemuan dengan-Mu adalah benar, dan surga adalah benar, neraka adalah benar, Nabi-Mu adalah benar dan hari kiamat adalah benar.
Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku bergantung dan kepada-Mu aku berhukum, maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, Engkaulah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Engkau." [HR. Muslim]. Kelonggaran Menggunakan Variasi Bacaan
Penggunaan variasi bacaan dalam doa iftitah tahajud diperbolehkan dalam syariat Islam. Setiap umat Muslim dapat memilih redaksi yang ingin diamalkan selama memiliki sandaran riwayat hadis yang sahih.
Adanya perbedaan lafal dari riwayat al-Bukhari maupun Muslim menjadi bukti keleluasaan dalam menjalankan ibadah. Hal ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengajarkan berbagai ragam doa yang semuanya dapat dijadikan tuntunan saat menunaikan salat tahajud.
(0)Comments