Harga Emas Sepekan Berpeluang Menguat, Inflasi AS Membayangi

Harga Emas Sepekan Berpeluang Menguat, Inflasi AS Membayangi
View on original source
Category: Financial
Share
Archive
Like
Jakarta – Berdasarkan survei emas mingguan Kitco terbaru menunjukkan analis di wall street terbagi antara kubu bullish (optimis harga naik) dan bearish, serta netral setelah pergerakan harga emas fluktuatif pekan lalu. Sementara itu, investor ritel mengurangi dominasi pandangan bullish seiring harga emas gagal menembus level resistance lagi. Mengutip Kitco, Senin, (7/9/2026), 16 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco. Dari survei, sentimen wall street terbagi rata antara kubu bullish, bearish dan netral. Enam analis atau 38% memprediksi harga emas menguat pada pekan ini. Sedangkan lima analis atau 31% memperkirakan harga emas turun. Sedangkan lima analis lainnya atau mewakili 31% dari total responden, memperkirakan pergerakan harga emas fluktuatif. BACA JUGA:10 Bank Sentral dengan Cadangan Emas Terbesar di Dunia BACA JUGA:Di Balik Alasan Negara Eropa Ramai-ramai Pindahkan Cadangan Emas BACA JUGA:Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 September 2026: Galeri24 Sentuh Rp 2,57 Juta BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari Ini 7 September 2026 Turun Rp 3.000, Cek Rincian di Sini Sementara itu, 220 suara diberikan dalam jajak pendapat daring Kitco. Investor mengurangi keyakinannya setelah penurunan harga emas. 120 pelaku pasar ritel atau 55% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sedangkan 53 lainnya atau 24% memperkirakan logam mulia turun. 47 investor yang tersisa atau mewakili 21% dari total memprediksi terjadi konsolidasi atau perdagangan yang tidak pasti selama sepekan. Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler menuturkan, kondisi emas tampak buruk pada akhir pekan sebelumnya. Harga emas mengalami penurunan tajam pada pertengahan pekan lalu. Ia menuturkan, level terendah berada di kisaran US$ 4.283 untuk harga spot. Harga sempat memantul ke atas US$ 4.500 sebelum kembali dijual. Kondisi teknikal masih terlihat lemah dan indikator momentum sedang menurun. Penembusan di bawah area US$ 4.280 akan menandakan fase penurunan berikutnya, kemungkinan menuju ke area US$ 4.200,' kata dia.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.