CARAPANDANG - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengatakan bahwa peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) 2026 menjadi momentum memperluas makna literasi semakin berdampak untuk menjawab perubahan sosial, lingkungan, teknologi digital, dan kecerdasan artifisial.
Abdul Mu'ti mengatakan bawha peringatan HAI 2026 tidak hanya dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis. Namun, ini harus menjadi momentum pengingat bahwa masih banyak orang yang belum mendapatkan akses terhadap hak dasar mereka, hak untuk belajar, memahami, dan berkembang.
'Ini adalah momentum refleksi dan aksi nyata bagi kita semua. Bapak-Ibu, para serta yang saya merayakan, para para sumber, literasi hari ini memiliki makna yang semakin luas. Literasi tidak lagi cukup dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis,' katanya dalam Webinar Peringatan Hari Aksara Internasional 2026, Selasa, 8 September 2026.
Dia mengatakan, di tengah perubahan sosial, krisis lingkungan, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, masyarakat perlu mampu untuk memahami informasi secara kritis, berpikir reflektif terhadap konten yang dikonsumsi, terus belajar sepanjang hayat, serta menggunakan pengetahuan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungan.
Tahun ini menjadi istimewa karena menandai 60 tahun HAI. Mengusung tema global Literacy for People, the Planet and Prosperity, Indonesia mengadaptasinya menjadi 'Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera.'
Page 2
(0)Comments