Gletser Picu Longsor di Perbatasan Cina-Nepal, 43 Orang Tewas & 519 Hilang

Gletser Picu Longsor di Perbatasan Cina-Nepal, 43 Orang Tewas & 519 Hilang
View on original source
Category: Blend
Share
Archive
Like
Ringkasan Berita: Longsor di Pelabuhan Gyirong, perbatasan China-Nepal, menewaskan 43 orang dan 519 lainnya masih hilang. Bencana pada 26 Agustus dipicu runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal dan memicu operasi pencarian besar-besaran. China mengerahkan 2.500 personel, 500 kendaraan, serta drone untuk mencari korban dan membantu 1.720 warga Nepal terdampak. Longsor di Pelabuhan Gyirong, perbatasan China-Nepal, menewaskan 43 orang dan 519 lainnya masih hilang. SERAMBINEWS.COM, GYIRONG – Bencana tanah longsor yang melanda kawasan Pelabuhan Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Cina meninggalkan dampak besar. Hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 18.00 waktu setempat, sebanyak 43 orang telah dipastikan meninggal dunia, sementara 519 lainnya masih dalam daftar pencarian. Longsor tersebut terjadi pada 26 Agustus 2026, di kawasan perbatasan Cina dan Nepal. Bencana dipicu oleh runtuhnya gletser di wilayah dataran tinggi Nepal yang kemudian memicu longsoran besar hingga menerjang kawasan Pelabuhan Gyirong. Rekomendasi Untuk Anda Besarnya dampak bencana membuat otoritas Cina mengerahkan sumber daya dalam jumlah besar untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Lebih dari 2.500 personel serta sekitar 500 kendaraan dikerahkan untuk menyisir kawasan yang terdampak dan mencari korban yang masih belum ditemukan. Dari ratusan orang yang dilaporkan hilang, otoritas setempat mengidentifikasi sedikitnya 261 warga negara asing (WNA) dari 23 negara. Kondisi tersebut membuat proses penanganan bencana tidak hanya menjadi persoalan kemanusiaan di tingkat lokal. Tetapi juga mendapat perhatian dari sejumlah negara yang warganya berada di kawasan tersebut. Upaya pencarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Baca juga: Gletser Himalaya Runtuh Picu Banjir Dahsyat Nepal-Tibet, 270 Orang Tewas dan 1.500 Hilang Sejumlah drone telah diterbangkan lebih dari 1.000 kali untuk membantu pemantauan wilayah yang sulit dijangkau tim penyelamat. Selain itu, sebanyak 5,43 ton bantuan juga dijatuhkan dari udara untuk mendukung kebutuhan di lokasi terdampak. Tanah longsor turut mengganggu aktivitas warga Nepal yang selama ini bekerja dan menjalankan usaha di kawasan Gyirong.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.