Hari Ketiga Berobat, Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang

Hari Ketiga Berobat, Siswi Korban Keracunan MBG di Karo Kembali Kejang
View on original source
Category: Health
Share
Archive
Like
MEDAN| FP (16), siswi SMK Bersama di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah diduga keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali mengalami kejang saat menjalani pemeriksaan di RSUP H Adam Malik Medan, Selasa (8/9/2026). Terjadi nya kejang pada hari ketiga FP menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut. Menurut ibunya, FP sebelumnya juga mengalami kejang setelah pulang dari perawatan di rumah sakit di Kabupaten Karo. Kondisi tersebut membuat keluarga masih mempertanyakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami FP. Sang ibu, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengatakan, berdasarkan penjelasan dokter, hasil pemeriksaan terhadap otak, ginjal, dan darah FP tidak menunjukkan adanya penyakit. 'Kata dokter tidak ada penyakitnya. Tapi saya, masa bisa anak saya seperti itu? Pikiran saya begitu. Jadi saya tidak puas dengan hasil yang disampaikan dokter,' kata ibu FP. Menurut dia, dokter meminta keluarga merekam kondisi FP ketika kembali mengalami kejang di rumah. Rekaman tersebut nantinya dapat digunakan dokter untuk membantu menentukan penanganan dan pemberian obat. 'Kalau nanti dia kejang di rumah, diambil video, kata dokternya. Jadi biar tahu dokter memberikan obat,' ujarnya. Sementara Manajer Hukum dan Humas RSUP H. Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, menyebutkan jika FP telah menjalani rawat jalan sejak 31 Agustus 2026. Pun begitu, pihaknya belum bisa memberikan hasil pemeriksaan medis yang telah berlangsung. 'Dokter belum bisa memberikan statement,' kata Manajer Hukum dan Humas RSUP Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak kepada wartawan. Usai Santap MBG, (FP) Alami Kejang, Gatal, dan Muntah Ibunda (FP) Elvinus menuturkan, gangguan kesehatan anaknya berawal usai (FP) pulang dari sekolah setelah menghabiskan menu MBG, pada 13 Agustus 2026 lalu. Saat di rumah, (FP) mengeluhkan pusing dan gatal-gatal pada tubuh. Ia juga sempat meminta izin untuk tidur. Sebelum tidur, ibunya memberikan susu. Namun, baru sedikit diminum, langsung muntah. FP kemudian dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama tiga hari. Setelah pulang ke rumah, menurut ibunya, FP mengalami kejang untuk pertama kalinya. 'Kubawa ke Rumah Sakit Umum, tiga hari kami di sana. Sampai di rumah langsung kejang dia. Dari situ awal mulanya dia kejang,' katanya. Setelah itu, (FP)beberapa kali berpindah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Dari Rumah Sakit Umum, ia dibawa ke RS Efarina, kemudian RS Haji, RS Amanda, dan selanjutnya RSUP H Adam Malik Medan. FP telah dua kali datang ke RSUP H Adam Malik untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. Dan hari ini, Selasa, 8 Agustus 2026, adalah hari ketiga. Alami Gangguan Ingatan Hampir Sebulan Elvinus mengatakan selain kejang anaknya mengalami gangguan ingatan yang menurutnya telah berlangsung hampir satu bulan. Gangguan itu terutama terlihat ketika FP tidak mengenali orang-orang terdekatnya, termasuk adik dan kakaknya yang tinggal serumah. 'Yang terdekat saja dulu. Adiknya, kakaknya, itu kan satu rumah, itu tidak diingatnya,' kata sang ibu. Ia mengatakan kondisi tersebut mulai diketahui setelah FP keluar dari ruang ICU RS Haji. Saat keluarga mencoba memastikan apakah FP mengenali anggota keluarganya, ia tidak dapat mengenali bibinya yang selama ini rutin datang ke rumahnya. 'Ini siapa?' tanya keluarga ketika menunjukkan bibinya. FP, menurut ibunya, menjawab bahwa ia tidak mengenal perempuan tersebut. Keluarga kemudian menyebut nama dan hubungan kekerabatan perempuan itu kepada FP Menurut sang ibu, FP hanya mengulang nama yang disebutkan keluarga tanpa menunjukkan bahwa ia sebelumnya mengenal orang tersebut. Dokter Tak Temukan Penyakit, akan Jalani Pengobatan Alternatif Menurut ibu FP, Elvinus Lusiana Sitanggang, dokter menyatakan hasil pemeriksaan terhadap sejumlah organ, termasuk otak, ginjal, dan darah, tidak menunjukkan adanya penyakit. 'Kata dokternya enggak ada penyakitnya. Jadi, aku enggak puaslah sama,' katanya. (OM-11)

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.