Iran Peringatkan Korea Selatan soal Kehadiran Militernya di Selat Hormuz

Iran Peringatkan Korea Selatan soal Kehadiran Militernya di Selat Hormuz
View on original source
Category: Politics
Share
Archive
Like
Ntvnews.id, Taheran - Iran memperingatkan Korea Selatan agar tidak mengerahkan maupun menempatkan kekuatan militernya di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Teheran menilai kehadiran militer Seoul di wilayah tersebut dapat dianggap sebagai dukungan langsung terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah konflik yang masih berlangsung. Peringatan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei pada Senin, 7 September 2026. Dilasnir dari AFP, Selasa, 8 September 2026, Baghaei menyampaikan pernyataan itu melalui unggahan dalam bahasa Korea di platform X. Ia menyebut hubungan diplomatik Iran dan Korea Selatan telah berlangsung selama lebih dari 64 tahun dan selama ini dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati. "Iran sangat menghargai hubungan persahabatannya dengan Korea Selatan," tulis Baghaei. Meski demikian, Baghaei mengatakan kondisi saat ini berbeda. Iran mengklaim tengah melakukan tindakan pertahanan sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi Amerika Serikat. Baca Juga: Trump Puji China Tak Ikut Campur Konflik Selat Hormuz Jelang Kunjungan Xi ke AS "Namun, jelas bahwa dalam situasi saat ini, di mana bangsa Iran membela diri terhadap tindakan agresif dan menanggapi secara tegas kejahatan perang AS terhadap perempuan dan anak-anak," tulisnya. Menurut Baghaei, keterlibatan operasional ataupun keberadaan kekuatan militer negara lain di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz akan dipandang sebagai bentuk dukungan secara langsung kepada pihak yang dianggap Iran sebagai agresor. "Partisipasi operasional atau kehadiran militer apa pun oleh pihak lain di Teluk Persia dan Selat Hormuz akan dianggap sebagai dukungan langsung kepada pihak agresor dan akan memiliki konsekuensi serius," tambahnya. Ia juga menegaskan bahwa negara-negara berdaulat seharusnya tidak mengikuti tekanan ataupun tindakan pemaksaan yang dilakukan Washington. "Tidak ada pemerintah yang berdaulat dan bertanggung jawab yang tunduk pada tekanan dan pemerasan AS untuk ikut serta dalam tindakan agresif dan keji terhadap bangsa Iran yang agung," katanya.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.