SiJOGJA.COM : Sebagian publik di media sosial, tengah ramai memperbincangan ihwal kekeringan yang melanda wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Warga-warga di Harjamukti, Kota Cirebon, dilaporkan sempat berebut air bersih bantuan yang dikirim akibat dilanda kekeringan.
Dalam unggahan Instagram @bpbdkotacirebon, Kelurahan Argasunya menjadi salah satu kelurahan rentan yang terdampak kekeringan dari 22 kelurahan lainnya di Kota Udang tersebut.
"Berdasarkan data dari kelurahan Argasunya, setidaknya 1.203 KK atau 3.929 jiwa di 6 RW terdampak kekeringan pada tahun ini (2026)," tulis postingan tersebut.
Atas hal ini, Pemkot Cirebon telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 sejak 1 Juli hingga 30 September 2026 melalui Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 179 Tahun 2026.
Lantas, bagaimana upaya pemerintah setempat usai warganya dilaporkan terdampak kekeringan di Kota Cirebon? Berikut ulasannya.
Serbu Mobil Pengangkut Air Bersih
Berdasarkan laporan di lapangan, sejumlah warga tampak menyerbu kendaraan yang membawa air bersih di Kampung Kedung Krisik, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti.
Terkait hal itu, polisi mengungkap terdapat 2 tangki air bersih bantuan yang dibawa Tim Polres Cirebon ke wilayah terdampak.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Cirebon Kota AKBP Bimantoro Kurniawan kepada awak media, pada Selasa, 8 September 2026.
"Ya, kita menurunkan sekitar 10 ribu air, kemudian sementara tadi kita 2 toren, kita akan salurkan terus setiap minggunya," ujar Bimantoro.
Kedatangan mobil bantuan air bersih sangat ditunggu warga. Sejak kemarau melanda sebulan terakhir, air bersih menjadi sulit didapat.
Sumur Kering, Ngungsi ke Kampung Lain
Salah satu warga di Harjamukti, Zaharoh menuturkan banyak sumur mengering hingga tidak mengeluarkan air.
Akibatnya, banyak warga terpaksa ke rumah sanak saudara di kampung lain demi memenuhi kebutuhan air bersih.
(0)Comments