REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI, – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi menginisiasi program urban farming terintegrasi melalui semai agrobiopori atau pemanfaatan Lubang Resapan Biopori (LRB). Inisiatif ini digulirkan sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri, menyatakan program ini merupakan respons terhadap peningkatan kebutuhan pangan dan tantangan pengelolaan lingkungan di wilayah setempat. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) Semai Agrobiopori di Jambi, Senin.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani serta penandatanganan perjanjian implementasi Agrobiopori antara Dinas Pertanian dengan Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Evridal menjelaskan, Kota Jambi memiliki jumlah penduduk sekitar 654.194 jiwa dengan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Optimalisasi Lahan Perkotaan
Daerah ini memiliki sekitar 1.332,60 hektare lahan yang terdiri atas 376,5 hektare ruang terbuka hijau dan 956,10 hektare lahan pertanian perkotaan. "Potensi lahan perkotaan, pekarangan, dan ruang terbuka yang ada perlu dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat," kata Evridal.
Di sisi lain, Kota Jambi juga menghadapi tantangan pengelolaan sampah dengan produksi mencapai sekitar 445,78 ton per hari. Kondisi ini dinilai sebagai peluang untuk mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian. "Pengelolaan sampah organik diintegrasikan dengan peningkatan kualitas tanah, konservasi lingkungan, dan pengembangan urban farming melalui semai Agrobiopori," ujarnya.
Menurut Evridal, program ini mendorong pemberdayaan masyarakat serta kolaborasi lintas sektor agar pengembangan pertanian perkotaan dapat berjalan lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Pihaknya berharap program ini dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan, serta meningkatkan partisipasi warga dalam pengelolaan sumber daya lokal. "Kami ingin ke depan membangun model urban farming berbasis teknologi agrobiopori yang inovatif dan dapat direplikasi," tegasnya.
Dukungan Wali Kota Jambi
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan Pemerintah Kota Jambi mengembangkan urban farming berbasis agrobiopori dengan mengoptimalkan lahan terbatas, pekarangan, dan lahan tidur. Budidaya akan difokuskan pada sayuran, cabai, serta tanaman pangan melalui teknologi polybag dan hidroponik.
Program ini juga mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan lubang biopori untuk konservasi air. Maulana berharap langkah ini mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas lingkungan, memberdayakan masyarakat, serta menjawab isu persampahan, lingkungan, dan perubahan iklim melalui kolaborasi lintas sektor menuju Kota Jambi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
(0)Comments