Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat PDIP Jakarta resmi mengambil langkah hukum terhadap penyebaran informasi palsu.
Laporan tersebut telah diterima oleh pihak kepolisian pada hari Senin.
Sekretaris BBHAR PDIP Jakarta, Budhi Sembiring menyampaikan aduan ini dibuat karena ada pencatutan nama kader.
Kader yang dicatut tersebut adalah Ellen Taroreh yang fotonya disamakan dengan seorang pengemudi ojek online bernama Melva Pardede.
Foto Ellen saat mengenakan kupluk cokelat disebarkan oleh sejumlah akun media sosial secara tidak bertanggung jawab.
Narasi sesat tersebut mengaitkan wajah Ellen dengan sosok Melva yang sempat viral saat aksi unjuk rasa di gedung DPR.
Padahal, Ellen merupakan kader internal partai yang menjabat sebagai pengurus tingkat cabang di wilayah Jakarta Selatan.
Pihak partai menegaskan bahwa penyebaran hoaks ini bertujuan untuk memecah belah publik dan mencemarkan nama baik.
Mereka berharap aparat penegak hukum segera memproses laporan ini agar memberikan keadilan bagi korban.
Kronologi dan Detail Laporan
Sekretaris BBHAR PDIP Jakarta, Budhi Sembiring merinci bahwa setidaknya ada enam akun media sosial yang dilaporkan karena menyebarkan foto kliennya dan dikaitkan dengan peristiwa demo yang berlangsung pada 27 Agustus 2026 di gedung DPR.
Akun-akun tersebut menyebarkan foto Ellen yang memakai kupluk cokelat seolah-olah merupakan pengemudi ojek online bernama Melva Pardede yang sempat viral sebelumnya.
Lebih lanjut, Budhi menjelaskan bahwa Ellen yang kini mengemban amanah sebagai Wakabid Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPC Jakarta Selatan merasa nama baiknya dicemarkan.
Pihak partai memastikan sejak awal kliennya tidak pernah mengenal akun-akun media sosial yang menyebarkan narasi keliru tersebut, sehingga proses hukum ini didorong agar ada keadilan dan pertanggungjawaban yang jelas bagi korban.
(0)Comments