Jakarta – Token asli Zcash,ZEC melonjak melampaui US$ 1.000 atau Rp 17,65 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.650) untuk pertama kali. Hal ini tidak menghitung periode volatilitas tinggi selama beberapa hari setelah pencatatan di bursa pada akhir 2026. Hal ini seiring meningkatnya arus masuk ke exchange traded fund (ETF) besutan Grayscale yang baru diluncurkan serta masuknya daya komputasi baru ke dalam jaringan.
Mengutip the block, Senin, (7/9/2026) ZEC sempat diperdagangkan di harga tertinggi US$ 1.023 atau Rp 18,06 juta pada Jumat pekan lalu. Hal ini memperpanjang kenaikan bulanannya menjadi sekitar 94% dan mendorong kapitalisasi pasar mendekati US$ 17 miliar atau Rp 300,12 triliun. Aset kripto yang mengutamakan privasi ini juga sebelumnya diperdagangkan di kisaran US$ 200 atau Rp 3,53 juta pada Maret.
BACA JUGA:Polisi Ukraina Bongkar Penipuan Kripto, Korban di 20 Negara
BACA JUGA:Harga Kripto 7 September 2026: Bitcoin Melesat, Zcash Terbang 18%
Kenaikan harga ZEC ini berlanjut pada Senin, 7 September 2026. Mengutip data Coinmarketcap, harga ZEC naik 11,30% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga ZEC melambung 47,81%. Kini, harga ZEC US$ 1.216 atau Rp 21,46 juta. Kenaikan harga ZEC itu membawa ZEC menjadi kripto jajaran teratas yang catat kenaikan terbesar.
Adapun lonjakan harga ZEC terjadi menyusul peluncuran ETF Zcash oleh Grayscale pada 25 Agustus, yang diperdagangkan di NYSE Arca dengan kode GZCSH. Dana investasi itu yang dikonversi dari Zcash Trust milik perusahaan merupakan ETF pertama di Amerika Serikat (AS) yang menawarkan eksposur langsung terhadap ZEC.
(0)Comments