Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur terpantau masih terus mengalami erupsi beruntun dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, memberikan penjelasan resmi terkait kondisi gunung berapi tersebut.
Ia menyebutkan bahwa letusan yang terjadi merupakan aktivitas vulkanik yang memang biasa terjadi pada hari-hari tertentu.
Status Siaga III atau Waspada pada gunung tersebut bahkan telah bertahan cukup lama tanpa adanya perubahan yang signifikan.
Pihak BPBD mencatat bahwa status level tersebut sudah berlangsung sejak tanggal 9 November 2025 atau sekitar setahun lalu.
Koordinasi intensif terus dilakukan bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi untuk memantau batas wilayah aman warga.
Masyarakat di sekitar kawasan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu dipastikan tetap beraktivitas di area yang dinilai tidak berisiko.
Hingga saat ini, pihak berwenang memastikan belum ada instruksi untuk melakukan evakuasi maupun pengungsian bagi warga sekitar.
Kondisi vulkanik Semeru dinilai masih berada dalam pola aktivitas yang serupa dan belum menunjukkan peningkatan mengkhawatirkan.
Sebelumnya, Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi beberapa kali, termasuk pada Senin kemarin.
Sementara untuk hari Selasa ini, hingga pukul 15.07 WIB belum tercatat adanya aktivitas erupsi di Semeru.
Informasi tersebut merujuk pada laporan pemantauan gunung api yang dipublikasikan melalui situs Magma Indonesia.
Pada hari Senin kemarin, Semeru tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda.
Letusan tersebut terjadi masing-masing pada pukul 04.50 WIB, 13.19 WIB, dan malam hari pukul 20.35 WIB.
Letusan terakhir pada Senin malam terekam seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm serta durasi 116 detik.
Kendati demikian, secara visual letusan tersebut tidak teramati secara langsung oleh petugas pemantau.
(0)Comments