BPJS Ketenagakerjaan edukasi Program PEKA ahli waris agar produktif

BPJS Ketenagakerjaan edukasi Program PEKA ahli waris agar produktif
View on original source
Category: Financial
Share
Archive
Like
Manado (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Manado memberikan edukasi tentang program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) kepada ahli waris agar dapat mengelola dana santunan atau jaminan sosial secara produktif. "Program PEKA dari BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk membekali peserta dan ahli waris agar dapat mengelola dana santunan atau jaminan sosial secara produktif menjadi modal usaha, sehingga tidak habis untuk keperluan konsumtif semata," kata Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Manado Juwenly Jona Librata Soselisa di Manado, Selasa. Ia mengatakan dengan program PEKA tersebut, diharapkan para ahli waris dapat mengubah pola pikir dari dana konsumtif menjadi produktif, karena untuk keberlanjutan keluarga setelah tenaga kerja utama telah tiada. Melalui program PEKA itu, katanya, pihaknya memastikan santunan klaim seperti Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja atau tabungan seperti Jaminan Hari Tua (JHT) bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan berkelanjutan. Hal itu untuk membangun kemandirian ekonomi para ahli waris setelah ditinggalkan kepala keluarga yang menopang biaya hidup keluarga, katanya. "Kami memberikan pelatihan keterampilan dan kewirausahaan agar penerima manfaat atau keluarga yang ditinggalkan pekerja bisa bangkit dan mandiri secara finansial," ujar dia. Program PEKA, katanya, mampu menciptakan wirausaha baru, mendorong lahirnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Ada beberapa bentuk kegiatan yang diberikan seperti pelatihan praktis seperti tata boga atau kuliner, menjahit, handicraft (kerajinan), barista, laundry, hingga kecantikan (make up). Juga, lanjutnya, ada pelatihan digital dan bisnis yakni pembekalan pemasaran digital marketing, pengelolaan keuangan, dan strategi menjadi reseller. Kolaborasi dengan perbankan, katanya, juga pemerintah daerah, dan kementerian untuk mengawal proses usaha dari pelatihan hingga akses pasar.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.