Setelah 47 Tahun, MTQ Nasional Kembali ke Semarang

Setelah 47 Tahun, MTQ Nasional Kembali ke Semarang
View on original source
Category: Blend
Share
Archive
Like
Jakarta, InfoPublik - Dari Aceh hingga Papua, ribuan peserta dan kafilah akan berkumpul di Semarang, Jawa Tengah. Mereka datang membawa kekhasan daerah masing-masing, tetapi dipertemukan oleh semangat yang sama: membumikan Al-Qur'an dalam kehidupan. Setelah 47 tahun, Semarang kembali dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Ajang nasional tersebut akan berlangsung pada 11–20 September 2026 dan diikuti kafilah dari 37 provinsi. Bagi Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, pertemuan ribuan orang dari berbagai penjuru Indonesia itu memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi. 'Para peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia. MTQ menjadi ruang untuk mempertemukan keberagaman itu sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa,' tutur Nasaruddin Umar saat menerima laporan persiapan MTQ Nasional dalam lingkup Kementerian Agama dari Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam, Selasa (8/9/2026). Di Semarang, perbedaan latar belakang, budaya, bahasa, dan tradisi daerah bertemu dalam satu panggung. Al-Qur'an menjadi titik temu yang menyatukan mereka. Bagi Kementerian Agama, keberhasilan MTQ Nasional tidak semata-mata diukur dari siapa yang membawa pulang gelar juara. Lebih jauh, perhelatan ini diharapkan meninggalkan jejak dalam kehidupan masyarakat setelah seluruh rangkaian lomba berakhir. 'Yang kita harapkan bukan hanya lahirnya para juara, tetapi semakin tumbuhnya generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an. Itulah substansi yang harus terus kita kuatkan melalui MTQ,' pesan Menag. Harapan tersebut menjadi penting karena MTQ merupakan bagian dari upaya memperluas syiar Al-Qur'an. Semangat membaca, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an diharapkan tidak berhenti di panggung perlombaan. 'MTQ bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi momentum untuk semakin mendekatkan Al-Qur'an kepada masyarakat dan menghadirkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,' ujar Nasaruddin. Persiapan penyelenggaraan yang menjadi lingkup Kementerian Agama kini telah mencapai tahap akhir. Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, memastikan seluruh persiapan dalam lingkup Kemenag telah rampung. 'Persiapan MTQ Nasional dalam lingkup Kementerian Agama sudah mencapai 100 persen. Kami siap menyambut pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026,' ujar Muchlis. MTQ Nasional XXXI akan dihadiri sekitar 7.338 orang dari berbagai daerah. Sebanyak 37 provinsi mengirimkan kafilah lengkap. Dari jumlah tersebut, terdapat 2.242 peserta lomba, terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Untuk memastikan kompetisi berjalan objektif dan berkualitas, panitia melibatkan 156 dewan hakim dan tujuh pengawas. Sementara itu, sebanyak 2.833 ofisial, anggota kafilah, dan pendamping turut hadir. Selain itu terdapat 246 pejabat pusat dan daerah, 1.844 undangan lainnya, serta 50 tamu negara. Kompetisi akan mempertandingkan delapan cabang dan 24 golongan lomba. Untuk mendukung pelaksanaan seluruh cabang tersebut, panitia telah menyiapkan 5.257 butir soal. 'Sebanyak 5.257 butir soal telah tersedia dari delapan cabang dan 24 golongan lomba yang dipertandingkan. Seluruh persiapan dalam lingkup Kementerian Agama telah kami tuntaskan untuk mendukung kelancaran MTQ Nasional,' jelas Muchlis. Memenuhi Kebutuhan Kafilah Bagi para peserta, mengikuti MTQ Nasional bukan hanya soal tiba di lokasi lomba kemudian bertanding. Selama berada di Semarang, kebutuhan kafilah juga menjadi perhatian penyelenggara. Sebanyak 190 ASN dari 38 perangkat daerah Provinsi Jawa Tengah dilibatkan sebagai Liaison Officer (LO). Mereka bertugas mendampingi kafilah sejak kedatangan hingga kepulangan. Pendampingan diperkuat dengan keterlibatan 35 Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Mereka akan membantu koordinasi sekaligus memastikan kebutuhan kafilah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dapat terlayani dengan baik. Layanan yang disiapkan meliputi pendampingan kedatangan, transportasi, akomodasi, hingga mobilitas menuju lokasi musabaqah. Panitia juga menyediakan buku panduan yang memuat berbagai informasi teknis, mulai dari agenda kegiatan, lokasi venue, hingga layanan yang dapat diakses peserta dan kafilah. Di tengah ribuan orang yang akan berkumpul, aspek kesehatan juga menjadi bagian penting dari persiapan. RSUP Dr. Kariadi Semarang ditetapkan sebagai rumah sakit pusat rujukan dengan pelayanan selama 24 jam sepanjang penyelenggaraan MTQ Nasional pada 11–20 September 2026. Layanan kesehatan tersebut diperkuat sejumlah rumah sakit pendukung di sekitar lokasi kegiatan, yaitu RS Nasional Diponegoro, SMC RS Telogorejo, RS KRMT Wongsonegoro, dan RSUD Dr. Adhyatma MPH Tugurejo. Panitia juga menyiapkan tim kesehatan di sekretariat dan hotel penginapan, ambulans di sejumlah titik strategis, serta mini ICU untuk mendukung kebutuhan protokoler. Peserta juga akan mendapatkan akses Cek Kesehatan Gratis (CKG) di lokasi registrasi. Tak kalah penting, keamanan konsumsi selama kegiatan turut diperhatikan. Panitia menyiapkan pengujian sampel makanan dan pengawasan makanan yang dikonsumsi peserta maupun kafilah. Prosedur rujukan juga disiapkan apabila terdapat peserta atau kafilah yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Kembalinya MTQ Nasional ke Semarang setelah 47 tahun bukan sekadar catatan sejarah penyelenggaraan. Kota ini kembali menjadi titik temu ribuan orang dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka membawa identitas daerah masing-masing, bertanding dengan kemampuan terbaik, sekaligus belajar satu sama lain. Di atas panggung, mereka mungkin berkompetisi. Namun di luar panggung, mereka dipertemukan oleh nilai yang sama: Al-Qur'an sebagai sumber tuntunan dan kehidupan. Di situlah pesan utama MTQ Nasional XXXI menemukan maknanya. Perhelatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga memperkuat persaudaraan, memperluas syiar Al-Qur'an, serta menumbuhkan generasi yang mampu membawa nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam kehidupan sehari-hari.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.