PANDEGLANGNEWS.CO.ID, – Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kelima jurnalis tersebut berada di dalam sebuah kapal bersama seorang nakhoda dan seorang anak buah kapal (ABK). Hingga Selasa (8/9/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap kapal beserta tujuh orang yang berada di dalamnya.
Informasi mengenai kejadian ini mulai ditindaklanjuti setelah komunikasi dengan kapal terputus dan tidak lagi dapat dihubungi.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun Basarnas Banten, kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kapal bergerak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Kelima jurnalis berada di dalam kapal untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas gunung api tersebut.
Perjalanan awalnya berlangsung tanpa kabar yang mengkhawatirkan. Bahkan, salah satu penumpang sempat mengirimkan posisi kapal kepada seorang jurnalis di Lampung bernama Abay.
Baca Juga: Saham MGLV Naik 77 Persen dalam Sebulan, Pasar Merespons Ekspansi Data Center AI
Namun, komunikasi tersebut tidak berlangsung lama.
Posisi terakhir kapal tercatat dalam koordinat 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E.
Lokasi tersebut berada di perairan Selat Sunda, sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, dengan jarak sekitar 9,98 mil laut dari titik referensi pencarian.
Setelah komunikasi terakhir, kapal tidak lagi dapat dihubungi.
Baca Juga: Cirebon Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Warga Kini Menanti Pasokan dari Mobil Pengangkut Air Bersih
Laporan mengenai kapal hilang kontak kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, membenarkan adanya laporan tersebut.
(0)Comments