JAKARTA, KOMPAS.com –PT Hanwha Life Insurance Indonesia menargetkan pendapatan premi sebesar Rp 322,80 miliar pada akhir 2026.
Pada 2025Hanwha Lifemembukukan pendapatanpremisebesar Rp 295,15 miliar. Capaian itu tumbuh 16,7 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya senilai Rp 252,95 miliar.
Chief Financial Officer (CFO) Hanwha Life Indonesia Kim Si Jun mengungkapkan, pendapatan premi Hanwha Life diharapkan terus tumbuh secara konsisten.
Sampai dengan semester I-2026, Hanwha Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 172,29 miliar. Angka tersebut tumbuh 18,85 persen secara tahunana dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 144,96 miliar.
Pendapatan premi Hanwa Life ini telah mencapai sekitar 53 persen dari target pendapatan premi 2026.
"Tahun ini, Hanwha Life berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan. Fokus tersebut telah membuahkan hasil yang konkret," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).
Ia menambahkan, sebagai salah satu perusahaanasuransijiwa terbesar dari Korea Selatan, Hanwa Life telah melayani satu juta nasabah di Indonesia.
"Momentum ini menjadi landasan komitmen untuk memperkuat fundamental bisnis, sembari terus meningkatkan kualitas produk dan layanan Hanwha Life bagi masyarakat Indonesia," imbuh dia.
Pertumbuhan bisnis tersebut tidak lepas dari fundamental perusahaan yang terus diperkuat, mulai dari tata kelola perusahaan, efisiensi operasional, disiplin underwriting, optimalisasi portofolio bisnis, hingga manajemen risiko dan solvabilitas.
Kekuatan fundamental ini juga tercermin dari sisi finansial. Pada semester I-2026, Hanwha Life mencatatkan total aset sebesar Rp 2,19 triliun dengan rasio kecukupan modal ataurisk based capital(RBC) mencapai 1.958,03 persen. Angka itu jauh melampaui ambang batas 120 persen yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara pada 2025, Hanwha Life membukukan total aset Rp 2,14 triliun dan RBC 1.241,32 persen.
'Kami akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, pengelolaan risiko, serta ketahanan finansial. Komitmen kami adalah memberikan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, karyawan, agen dan tenaga pemasar, hingga mitra bisnis," ungkap Kim.
Hanwha Life menjalankan tiga strategi utama sepanjang 2026. Strategi pertama berfokus pada peningkatan standar layanan bagi nasabah maupun tenaga pemasar melalui optimalisasi digital.
Hanwha Life terus mengembangkan kapabilitas aplikasi dan integrasi kanal digital di berbagai titik interaksi, mulai dari proses pengajuan polis, layanan klaim, hingga dukungan bagi agen dan tenaga pemasar dalam menjalankan aktivitas penjualan.
Selain itu Hanwa Life juga memperluas implementasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam proses kerja maupun layanannya. Pemanfaatan AI dihadirkan mulai dari pendukung produktivitas tenaga pemasar melalui AI FA, hingga penerapannya di berbagai fungsi bisnis seperti underwriting dan klaim, guna meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akurasi proses secara menyeluruh.
Kedua, Hanwha Life menghadirkan produk yang semakin beragam untuk dapat melayani lebih banyak segmen nasabah sesuai kebutuhan, kemampuan, dan profil masing-masing.
Sampai saat ini, Hanwha Life menghadirkan beragam produk mencakup asuransi tradisional, produk berbasis investasi, perlindungan kesehatan dan penyakit kritis, proteksi jangka panjang, hingga produk asuransi digital.
Ketiga, Hanwha Life terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai partner dan institusi, mulai dari sektor perbankan, institusi keuangan, dan komunitas, guna memperluas akses pasar dan meningkatkan penetrasi produk asuransi.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautanhttps://bit.ly/BantuWargaNTT
(0)Comments