REJANG LEBONG,Sinarfakta.om – Suasana berbeda mewarnai hari kedua Pelatihan Wartawan Ekonomi yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu. Enam Puluhan wartawan tak hanya menerima materi tentang ekonomi dan komoditas kopi, tetapi juga diajak turun langsung menjadi barista dadakan di kawasan Hutan Resort, Danau Mas Bastari, Kabupaten Rejang Lebong, Selasa (8/9/2026).
Berada di kawasan perbukitan dengan udara sejuk, para jurnalis mengikuti sesi bertajuk 'Icak-Icak Jadi Barista'. Istilah tersebut menggambarkan pengalaman para wartawan yang untuk sementara meninggalkan aktivitas jurnalistik dan mencoba merasakan langsung bagaimana rumitnya meracik secangkir kopi.
Tak tanggung-tanggung, pelatihan diberikan oleh barista yang memiliki pengalaman di berbagai kompetisi kopi tingkat daerah hingga nasional.
Ada Nick, peraih Juara 1 Barista Competition se-Regional Sumatera 2026. Kemudian Bowok yang menyabet Juara 2 Barista Challenge Bengkulu 2025, serta Arizon, barista dari Hutan Resort yang ikut mendampingi peserta selama praktik.
Dengan suasana santai namun serius, para peserta diperkenalkan pada berbagai teknik dasar dalam menyajikan kopi. Mulai dari proses penyeduhan, mengenali karakter rasa kopi arabika, mencampurkan kopi dengan susu, hingga membuat hiasan di permukaan minuman melalui teknik latte art.
Para wartawan pun terlihat antusias mengikuti setiap instruksi. Mereka belajar bahwa membuat secangkir kopi bukan sekadar menuangkan bubuk kopi dan air panas, tetapi membutuhkan ketepatan takaran, suhu air, teknik pengadukan hingga proses pencampuran.
Sesekali terdengar tawa ketika peserta mencoba membuat latte art. Hasilnya pun beragam. Ada yang berhasil membentuk pola sederhana, namun tak sedikit pula yang harus mengulang karena hasil racikannya belum sesuai harapan.
'Kegiatan ini memang melakukan pengembangan SDM barista,' ujar pihak BI Bengkulu dalam sambutannya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kasi Humas Tulus dan Afri Jhonson.
Pelatihan Wartawan Ekonomi yang berlangsung 7-9 September 2026 ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman insan pers terhadap perkembangan ekonomi daerah, khususnya komoditas kopi Bengkulu dari sektor hulu hingga hilir.
Bagi wartawan, pengalaman menjadi barista memberikan perspektif baru. Kopi yang selama ini hanya dikenal sebagai komoditas unggulan ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke meja konsumen.
Mulai dari petani yang menanam dan merawat tanaman kopi, proses panen dan pengolahan biji, hingga keterampilan barista dalam mengolahnya menjadi minuman bernilai tambah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban. Masih dalam semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, panitia menggelar lomba makan kerupuk yang sontak mengundang gelak tawa para peserta.
Jamuan sederhana berupa jagung rebus, kacang tanah, ubi rebus dan minuman jeruk lemon turut melengkapi kegiatan. Di tengah udara segar kawasan Danau Mas Bastari, para wartawan menikmati suasana santai sembari berbincang mengenai kopi dan potensi ekonomi Bengkulu.
Melalui kegiatan tersebut, BI Bengkulu berharap wartawan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga semakin memahami mata rantai pengembangan kopi daerah.
Pemahaman itu diharapkan menjadi bekal bagi insan pers untuk ikut mengangkat cerita para pelaku usaha, petani, barista hingga potensi kopi Bengkulu ke ruang publik.
Sebab, secangkir kopi yang tersaji di meja bukan hanya soal rasa. Di baliknya ada kerja panjang, keterampilan, dan potensi ekonomi daerah yang layak mendapat perhatian lebih besar.
Pewarta: Izwandi
Editor: Sri Rahmawati
Copyright © SINARFAKTA 2026
(0)Comments