SUARAKARYA.ID: Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, berdampak pada masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan untuk warga terdampak.
Salah satunya dari Keraton Surakarta Hadiningrat bersama Yayasan Royal Nata Nusantara yang menyerahkan bantuan sebanyak 1.300 paket makanan kepada warga terdampak, Selasa (8/9/2026). Bantuan makanan siap saji itu dibagikan langsung Paku Buwono XIV Hangabehi kepada warga di Kelurahan Mojosongo, Solo.
"Keraton dengan Yayasan Royal Nata Nusantara hadir untuk memberikan bantuan dampak bencana kebakaran di TPA Putri Cempo. Harapannya Keraton bisa ikut juga untuk andil dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Kepada masyarakat yang terdampak tetap kuat dan tetap semangat," jelas PB XIV Hamgabehi di sela membagikan bantuan.
Baca Juga: Kebakaran TPA Putri Cempo Masih Berlangsung, BPBD Kota Solo Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Dia juga mengajak masyarakat untuk berdoa bersama agar semuanya segera pulih dari semua bencana.
"Pasti bisa dilalui bersama-sama. Kita berdoa bersama-sama supaya segera pulih kondisional. dari bencana seperti ini. Ya, harapannya mudah-mudahan hujan segera turun, agar segera padam apinya dan masyarakat bisa kembali pulih untuk melakukan aktivitas," katanya.
PB XIV Hangabehi menyebut untuk tahap pertama ini bantuan yang diberikan berupa makanan siap saji yang bisa langsung dikonsumsi masyarakat.
"Mungkin nanti tahapan selanjutnya , kita pikirkan lagi insyaallah. Tahap ini sekitar 1.300," katanya lagi.
Baca Juga: Atasi Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemkot Solo Siapkan Water Bombing
Sementara itu, Lurah Mojosongo, Katarina Kartika, mengatakan bantuan makanan tersebut didistribusikan kepada warga terdampak di Randusari dan Jatirejo, Mojosongo serta kepada para relawan.
"Mojosongo menjadi salah satu kawasan terdampak asap kebakaran TPA Putri Cempo. Ada sekitar 425 kepala keluarga (KK) di RW 30. Dan di wilayah Jatirejo RW 39 ada 300 KK terdampak," jelasnya.
Menurut Katarina, sebagian warga di kawasan tersebut sempat mengalami sesak nafas karena menghirup asap tebal dari kebakaran tumpukan sampah itu. Selain itu warga juga mengalami gatal gatal.
"Tapi untuk hari ini sudah agak aman karena asapnya juga tidak tebal lagi dan arahnya tidak lagi ke wilayah ini," pungkasnya.***
(0)Comments