JAKARTA, iNews.id - Praktisi hukum, Ferdinand Hutahaean menilai perdebatan mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak akan berujung pada titik temu. Menurutnya, masing-masing pihak menggunakan sudut pandang yang berbeda dalam melihat perkara tersebut.
Dia mengatakan kubu Jokowi lebih banyak membahas pembuktian dugaan pencemaran nama baik, sedangkan Roy Suryo cs berfokus pada pembuktian keaslian ijazah.
"Jadi debatnya itu enggak akan ketemu sampai kiamat dunia ini, yang sebelah kiri (kubu Jokowi) ini mendebatkan soal pembuktian pencemaran nama baik, yang sebelah kanan (Roy Suryo cs) ini mendebatkan soal pembuktian ijazahnya asli atau palsu," kata Ferdinand dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Segera Disidang, Roy Suryo Siap?' yang disiarkan iNews, Selasa (8/9/2026).
"Ini sudah dua pokok pidana yang berbeda dan tidak akan pernah ketemu debatnya. Enggak akan pernah ketemu, ya," imbuhnya.
Ferdinand memilih melihat polemik tersebut dari sudut pandang berbeda, yakni mengenai tujuan penegakan hukum. Dia mempertanyakan apakah proses hukum diarahkan untuk mencari kebenaran materi atau justru untuk memidanakan seseorang.
(0)Comments