Istri jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau rupanya sempat melarang suami untuk pergi meliput.
Ringkasan Berita: Bagus sempat dilarang istrinya berangkat karena khawatir, tetapi tetap ikut meliput erupsi Anak Krakatau.
Pesan terakhir guide pada 18.13 WIB menyebut rombongan sudah berada di sekitar Anak Krakatau.
Kapal berisi 7 orang masih dalam pencarian Basarnas.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Istri jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau rupanya sempat melarang suami untuk pergi meliput.
Muhamad Bagus Khoirunnas (27), jurnalis Kantor Berita Antara Banten adalah satu dari lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Mereka berangkat menggunakan Kapal Cepat Arupadhatu 1 untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Senin (7/9/2026).
Rupanya sebelum pergi, Bagus sempat dilarang istrinya karena khawatir.
Ayah Bagus, Mansyur Suryana, mengatakan istrinya, Desi Purnamasari, sempat meminta Bagus tidak berangkat.
Namun, saat itu Bagus tidak mendengarkan permintaan sang istri.
Bagus pun akhirnya tetap berangkat setelah mendapat ajakan dari rekan-rekannya sesama Pewarta Foto Indonesia (PFI).
"Semoga ada segera ditemukan dalam kondisi selamat, keluarga terus berdoa," kata Mansyur kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Menurut Mansyur, Bagus meminta izin kepada istrinya untuk pulang pada malam hari dan tidak menginap.
"Ijin ke istri pulang malam, engga menginap. Sampai sekarang di kontak gak aktif, di WA ceklis satu," kata Mansyur.
Bahkan saat berada di atas kapal sebelum hilang kontak, Bagus masih sempat berkomunikasi dengan istrinya.
Mansyur mengatakan, kontak terakhir Bagus dengan istrinya terjadi pada Senin siang.
Saat itu, Bagus sempat mengirimkan foto dirinya bersama empat rekannya di atas kapal. "Terkahir kontak sama istrinya itu kemarin siang. Dia ngirim foto lagi diatas kapal bersama 4 rekannya," ujar Mansyur.
Lima orang jurnalis sebelum berangkat menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).(Dokumentasi Keluarga) (Ist)
Pesan terakhir guide
Rombongan jurnalis yang berada di dalam kapal dan hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau ternyata masih sempat memberikan informasi kepada keluarga.
(0)Comments