Jakarta, Zonabandung.com,- Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menggelar Hari Literasi IKWI 2026 dengan mengangkat tema 'Leadership Berintegritas, Bersinergi, dan Adaptif', yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan diawali dengan pengantar Hari Literasi dan Penguatan Organisasi IKWI yang dipandu Moderator Rahmayulis, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal IKWI.
Sesi utama menghadirkan Jiean Ajiyanpi N sebagai pemateri dengan topik kepemimpinan berintegritas, bersinergi, dan adaptif. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Baca Juga: Tumbuhkan Iman Warga Binaan, Lapas Cibinong Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Kabupaten Bogor
Hari Literasi IKWI 2026
Dalam sambutannya, Ketua Umum IKWI Pusat Indah Kirana menekankan pentingnya integritas, loyalitas, sinergi, dan kemampuan beradaptasi di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat.
Menurut Indah, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi membuat seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga harus memiliki nilai-nilai yang kuat.
'Seorang pemimpin harus memiliki nilai-nilai yang kuat, yaitu integritas, loyalitas, sinergi, dan kemampuan beradaptasi,' ujarnya.
Indah menjelaskan, integritas merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan. Tanpa integritas, kepemimpinan akan mudah kehilangan kepercayaan. Pemimpin yang berintegritas harus mampu menjaga kejujuran, konsistensi, tanggung jawab, serta komitmen dalam setiap tindakan.
Ia juga mengaitkan pentingnya literasi dengan kepemimpinan di era digital. Menurutnya, literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, menyaringnya, menggunakannya secara bijaksana, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
'Jangan sampai kita menjadi pemimpin yang cepat bereaksi tetapi lambat memahami. Jangan sampai kita mudah percaya pada suatu informasi, tetapi malas melakukan verifikasi,' tegasnya.
Indah juga mengingatkan bahwa budaya literasi perlu dibangun tidak hanya di lingkungan organisasi, tetapi juga dalam keluarga dan masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan sekolah pertama bagi lahirnya pemimpin masa depan.
Dari keluarga, anak-anak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, menghargai perbedaan, serta menggunakan informasi dan teknologi secara bijaksana.
'Kepemimpinan sesungguhnya tidak selalu dimulai dari ruang rapat, jabatan, atau organisasi. Kepemimpinan dimulai dari diri sendiri dan dari rumah kita masing-masing,' katanya.
(0)Comments