SAKIT PERUT : RS Grand Med Lubuk Pakam di Jln Lintas Sumatera Kelurahan Paluh Kemiri Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Karena sakit perut bersamaan siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam dilarikan ke rumah sakit ini.
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Sakit perut bersamaan dua orang siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang dilarikan ke rumah sakit, Selasa (8/9/2026).
Belum diketahui secara pasti apakah sakit yang dialami oleh keduanya ada kaitannya dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat dikonsumsi atau tidak.
Terkait hal ini Kepala SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, Ahmad Affandi pun membenarkannya. Disebut siswa yang sakit perut itu inisial S dan N yang merupakan siswa kelas 9.
"Yang sakit perut cuma 2 orang siswa saja. Sudah kami bawa ke RS Grand Med. Masih diopservasi di UGD. SPPG sudah kami panggil dan bertanggungjawab kok," ujar Ahmad Affandi.
Baca juga: Vonis Bebas Eks Kadishub Medan, Kejaksaan Negeri Medan Ajukan Banding
Baca juga: Fenomena Gunung Api Indonesia Memperkuat Keraguan Publik atas Hasil Penelitian Ulta Levenia Nababan
Baca juga: Personel Sat Narkoba Polres Belawan Tangkap Pengedar Sabu-sabu
Untuk di SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, Ahmad Affandi bilang penerima manfaat total ada sebanyak 1.010 orang.
Jumlah itu sudah termasuk guru. Menu MBG dimakan setiap pagi pukul 07.30 WIB.
"Kalau di kami MBG ini jadi menu sarapan karena pagi di tempat kita. Sakit perutnya itu 15 menit setelah mengkonsumsi puding. Cuma 2 orang saja yang sakit, mungkin imunnya kurang kuat," kata Affandi.
Affandi bilang untuk menu MBG yang datang terakhir ini yakni ikan asam manis, ada jagung dan sayur buncis tumis. Kemudian ada puding rasa alpukat.
Secara pasti ia tidak paham apakah ada makanan yang bermasalah atau tidak.
"Sakit perutnya 15 menit setelah konsumsi puding bukan makanan. Tapi ada anak yang makan pudingnya sampai 2 nggak ada masalah.
Setelah sakit perut anak ini ngadu ke guru dan sempat kami tangani dulu untuk pertolongan pertama. Kami kasih minyak angin lah," bilang Affandi.
Selain memanggil pihak SPPG kedua orangtua siswa juga dikabarin untuk datang ke sekolah.
Atas permintaan orangtua baru kemudian siswa dibawa ke RS Grand Med Lubuk Pakam. Siswa dibawa dengan menumpangi mobilnya.
"Jam 10.00 orangtua datang. Katanya mereka mau pastikan anaknya ke rumah sakit. Ada satu orang (yang sempat muntah). Ke rumah sakit tadi didampingi SPPG merekalah ngurusi di sana. Dokter katanya mau observasi dulu," katanya.
Satu minggu sebelumnya, sekitar 20 siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pakam juga mengalami hal yang sama.
(0)Comments