Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan doa dan harapan agar lima jurnalis yang hilang kontak saat berada di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat.
Lima jurnalis tersebut merupakan bagian dari delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau, Selasa, 8 September 2026. Selain lima jurnalis, terdapat tiga awak kapal dalam rombongan tersebut.
Keprihatinan itu disampaikan Jihan dalam konferensi pers di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Selasa, 8 September 2026 malam.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, Kepala BPBD Lampung Aswarodi, serta sejumlah kepala OPD.
Jihan mengatakan pemerintah turut prihatin atas peristiwa tersebut dan berharap proses pencarian segera membuahkan hasil.
'Kami turut mendoakan dan berharap seluruh jurnalis dan awak kapal tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,' ujarnya.
Jihan juga menyampaikan dukungan kepada keluarga serta masyarakat yang hingga kini masih menantikan kabar mengenai keberadaan delapan orang tersebut.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas di sekitar GAK memiliki risiko yang tidak boleh diabaikan, terlebih saat aktivitas gunung api menunjukkan peningkatan.
'Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita bersama bahwa aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau memiliki risiko yang harus benar-benar diperhitungkan dan menjadi prioritas bersama, termasuk bagi rekan-rekan media yang menjalankan tugas jurnalistik di lapangan,' pungkasnya.
Jihan kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi radius aman 3 kilometer dari kawah aktif GAK dan tidak melakukan aktivitas di zona tersebut.
Pemerintah Provinsi Lampung juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam upaya penanganan dampak aktivitas GAK serta pemantauan kondisi di wilayah terdampak.
(0)Comments