POS-KUPANG.COM -- Floes Timur, Nusa Tenggara timur tidak hanya memliki wisata religi dan alam yang indah .
Wilayah ini juga menyimpan jejak sejarah berupa sebua benteng militer dikenal dengan nama Benteng Lohayong .
Benteng ini pernah jadi saksi perang antara dua kekuatan colonial yaitu Belanda dan Portugis .
Benteng Lohayong adalah benteng pertahanan peninggalan Belanda di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bangunan bersejarah ini pernah menjadi saksi bangsa Portugis dan Belanda yang senantiasa berebut dominasi di Solor, yang merupakan bandar perdagangan penting di NTT.
Setelah sempat menjadi rebutan, Benteng Lohayong pada akhirnya ditinggalkan karena gempa bumi yang kerap mengguncang wilayah ini pada abad ke-17.
Baca juga: Wisata NTT, Jelajah Hutan Enau Flores Barat NTT, Bisa Belajar Manfaat Aren
Sejarah Benteng Lohayong
Melansir laman Kemdikbud, pembangunan Benteng Lohayong didorong oleh posisi Solor yang menjadi bandar perdagangan penting di sekitar Laut Sawu, karena terletak di persimpangan jalur laut antara Kepulauan Maluku dan NTT.
Mengapa Generasi Muda Sulit Cari Kerja? Artikel Kompas.id Di Solor, kapal-kapal biasanya berlabuh untuk menunggu musim yang aman untuk melanjutkan pelayaran.
Karena posisinya itu, pelabuhan-pelabuhan di sekitar Solor sudah disinggahi oleh banyak pedagang Portugis dan Belanda sejak abad ke-16.
Pada 1602, Belanda mendirikan kongsi dagang VOC, yang berambisi menguasai Nusantara. VOC pertama kali menyerang Solor pada 1613, di bawah pimpinan Kapten Apollonius Schotte, dan berhasil menguasainya. Setelah itu, VOC mendirikan benteng pertahanan yang lebih kuat di bekas benteng Portugis.
Benteng yang dibangun oleh Van Raemburch inilah yang kemudian dikenal sebagai Benteng Lohayong atau Benteng Henricus.
Diperebutkan Belanda dan Portugis Benteng Lohayong berdenah bujur sangkar dan memiliki empat bastion di setiap sudutnya.
Pada 1629, VOC kalah bersaing dari Portugis di kawasan Laut Sawu, sehingga harus meninggalkan Solor.
Baca juga: Wisata NTT, Arya Sumba Kodi Pilihan Nginap Di Sumba Perpaduan Kemewahan dan Alam Tropis
Portugis menduduki Benteng Lohayong selama sekitar dua dekade, karena pada 1640-an, VOC melakukan serangan dan berhasil menancapkan kekuasaannya lagi.
(0)Comments