Polisi Tangkap Jukir Liar yang Diduga Pukul dan Ludahi Pengendara Mobil di Surabaya

Polisi Tangkap Jukir Liar yang Diduga Pukul dan Ludahi Pengendara Mobil di Surabaya
View on original source
Category: Politics
Share
Archive
Like
Selasa, 08 September 2026 – 20:02 WIB Jukir liar yang diduga lakukan kekerasan ke pelanggan toko modern di Surabaya, Selasa (8/9). Foto: Dok. Instagram Dishub Surabaya jatim.jpnn.com , SURABAYA - Aparat kepolisian menangkap seorang juru parkir (jukir) liar yang diduga pukul dan ludahi pelanggan toko modern di Jalan Dhamarhsuada, Kecamatan Gubeng, Surabaya, Senin (7/9). Dalam video Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya di akun media sosial (medsos) Instagram, pria yang mengenakan kaos lengan panjang hitam telah dibawa petugas. 'Penindakan oknum jukir halaman toko modern,' tulis dalam keterangan akun Instagram @dishubsurabaya. Dishub bersama Polrestabes Surabaya langsung mendatangi lokasi yang dimaksud, setelah menerima informasi kekerasan jukir liar kepada pelanggan toko modern. 'Petugas melakukan pengamanan terhadap oknum jukir yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat. Terduga pelaku selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses lebih lanjut,' ujarnya. 'Dishub Surabaya terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap pelanggaran parkir di lapangan,' lanjutnya. Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutanaya membenarkan informasi penangkapan jukir liar yang diduga melakukan pemukulan itu. Made masih belum mengonfirmasi terkait identitas pelaku dugaan pemukulan tersebut. Namun, dia telah memberikan informasi tersebut kepada Kasi Humas Polrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya amankan jukir liar diduga pukul pelanggan di toko modern Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.