Lahan Pertanian Bengalon Dapat Dukungan Air dari Sumber Milik KPC

Lahan Pertanian Bengalon Dapat Dukungan Air dari Sumber Milik KPC
View on original source
Category: Financial
Share
Archive
Like
SANGATTA — Upaya penyelamatan lahan pertanian dari ancaman kekeringan mulai dilakukan di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur menggandeng pemerintah kecamatan, penyuluh hingga perusahaan untuk mencari sumber air yang masih dapat dimanfaatkan petani. Plt Kepala DTPHP Kutim, Purno Edy, mengatakan kondisi cuaca panas yang berlangsung berkepanjangan membuat kebutuhan air menjadi persoalan utama bagi petani, terutama tanaman yang masih dalam masa pertumbuhan. 'Yang utama bagi petani, peternak, padi sawah, sayuran itu kebutuhan utamanya adalah air. Sekarang kita ini bukan saatnya untuk mitigasi atau pencegahan, tapi pengendalian,' kata Purno Edy. Menurut Purno, DTPHP terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap lahan yang masih dalam masa tanam. Identifikasi tersebut mencakup luasan lahan, sumber air hingga sarana yang dimiliki petani. 'Kalau yang panen aman, tapi yang kita pikirkan adalah yang mana yang sedang menanam. Kita pakai identifikasi itu mulai dari luasan, kemudian sumber air, kemudian sarana yang dimiliki,' ujarnya. Ia menjelaskan, ketersediaan sarana seperti pompa belum tentu menyelesaikan persoalan apabila sumber air di sekitar lahan tidak tersedia. Karena itu, pemerintah harus melihat kondisi masing-masing kawasan sebelum menentukan bentuk penanganannya. 'Bisa jadi sarana ada dimiliki, tapi ketika sumber air tidak ada, tidak bisa juga mengirim. Dan tentu ini besar risikonya gagal panen,' jelas Purno. Untuk mempercepat penanganan, DTPHP kemudian melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, penyuluh hingga mitra perusahaan. 'Kita melakukan rujuk mitra-mitra itu di tingkat desa, kemudian di tingkat kecamatan, kemudian di tingkat mitra pemerintah dan bisnis untuk terlibat sama-sama mengatasi ini,' katanya. Salah satu penanganan dilakukan di Bengalon. Purno menyebut pihaknya telah melakukan pertemuan bersama kecamatan, penyuluh dan perusahaan untuk mencari solusi terhadap kebutuhan air petani. 'Alhamdulillah dapat respons baik. Kemarin di Bengalon difasilitasi ketemuan juga dengan kecamatan, penyuluh, kemudian ini kita sudah terpakai memang,' ungkapnya. Dalam penanganan tersebut, DTPHP berkoordinasi dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC), mengingat perusahaan memiliki sumber air yang berada relatif dekat dengan kawasan pertanian. 'Kemarin ada dengan KPC karena itu memiliki sumber air terdekat,' ujar Purno. Namun, distribusi air ke lahan pertanian tidak dapat langsung dilakukan secara menyeluruh. Kondisi medan menjadi salah satu kendala dalam proses pengambilan dan penyaluran air ke lahan. 'Tidak semua langsung terpenuhi. Ada bongkahan-bongkahan batu besar, jadi tidak semua langsung terpenuhi. Dua sampai tiga hari treatment air kemudian distribusi,' jelasnya. Menurut Purno, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyelamatkan tanaman yang masih memiliki peluang untuk dipertahankan. Karena itu, penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing lahan. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pihak perusahaan yang telah memberikan respons terhadap kebutuhan petani di tengah kondisi kekeringan. 'Saya ucapkan terima kasih juga atas inisiatif dan kerja sama baiknya,' kata Purno Edy. (adv)

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.