PELITARIAU, Tembilahan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya dengan mengoptimalkan layanan Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) sebagai sarana komunikasi resmi antara WBP dengan keluarga.
Penyediaan layanan Wartelsuspas ini tidak hanya menjadi wujud pemenuhan hak, namun juga menjadi langkah preventif dan solutif untuk memastikan WBP tetap mendapatkan akses komunikasi yang layak, aman, dan humanis selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Tembilahan, Sigit Pramono, menjelaskan keberadaan Wartelsuspas sangat vital dalam menjaga stabilitas emosional WBP.
"Wartelsuspas ini kami hadirkan untuk mengakomodasi kebutuhan komunikasi WBP dengan keluarga. Selain itu, ini juga menjadi strategi kami untuk menekan dan mencegah peredaran alat komunikasi ilegal atau handphone selundupan di dalam blok hunian," ujar Sigit.
Menurutnya, komunikasi yang terjaga dengan keluarga memiliki peran besar dalam memberikan dukungan moral dan motivasi bagi WBP agar tetap semangat dan aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang ada, sehingga siap kembali dan diterima di tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Wahyu Prasetyo, menegaskan bahwa optimalisasi Wartelsuspas merupakan implementasi nyata dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
"Langkah ini sejalan dengan arahan Ditjenpas untuk memastikan pemenuhan hak komunikasi WBP secara layak dan humanis. Kami ingin memastikan tidak ada WBP yang terputus komunikasinya dengan keluarga," tegas Kalapas Wahyu Prasetyo.(Selasa.08/09/2026).
Ia menambahkan, seluruh aktivitas komunikasi melalui Wartelsuspas tetap dilaksanakan dalam pengawasan ketat petugas dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
"Pengawasan tetap menjadi prioritas. Kami berupaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan hak WBP, penguatan dukungan keluarga, serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Tembilahan agar tetap kondusif," pungkasnya.
Dengan optimalisasi layanan ini, Lapas Tembilahan berharap tercipta lingkungan pembinaan yang lebih aman, tertib, dan mendukung proses reintegrasi sosial WBP secara maksimal.**Prc6
(0)Comments