Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Mobilitas Warga Beralih ke Jalur Darat

Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Mobilitas Warga Beralih ke Jalur Darat
View on original source
Category: Tourism
Share
Archive
Like
VIVA – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tidak hanya berdampak pada kondisi udara, tetapi juga mengganggu mobilitas masyarakat. Sejumlah penerbangan mengalami penyesuaian akibat penyebaran abu vulkanik, sehingga sebagian calon penumpang harus mencari alternatif perjalanan menuju Jakarta dan sekitarnya. Situasi tersebut turut mendorong peningkatan kebutuhan transportasi darat, terutama bagi masyarakat yang perjalanan udaranya terdampak pembatalan maupun penyesuaian jadwal. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Melihat kondisi tersebut, sejumlah operator transportasi melakukan penyesuaian layanan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat. Salah satunya dilakukan Juragan99 Trans dengan menambah armada pada rute Malang/Surabaya-Jakarta/Bogor dan sebaliknya selama 6-7 September 2026. Direktur Juragan99 Trans, Suluk Waseso Segoro, mengatakan penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang terdampak perubahan jadwal penerbangan. 'Kami melihat adanya kebutuhan mobilitas yang cukup tinggi dari masyarakat yang terdampak penyesuaian penerbangan. Karena itu, kami melakukan penyesuaian operasional dengan menambah perjalanan pada rute Malang/Surabaya–Jakarta/Bogor dan sebaliknya. Selama 6 - 7 September, kami telah melayani 891 penumpang melalui 52 keberangkatan, termasuk perjalanan dengan armada tambahan. Tim kami juga memastikan kesiapan armada dan kru agar perjalanan tetap berlangsung aman dan nyaman,' ujar Suluk dalam keterangannya, dikutip Senin 7 September 2026. Penyesuaian transportasi tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana dampak erupsi Gunung Anak Krakatau turut berimbas pada aktivitas masyarakat di luar wilayah sekitar gunung. Selain persoalan mobilitas, penyebaran abu vulkanik juga membuat kebutuhan perlindungan pernapasan meningkat. Masyarakat di sejumlah wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Dalam merespons kebutuhan tersebut, J99 Corp turut membagikan 500 ribu masker kepada masyarakat. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap warga yang menghadapi paparan abu vulkanik. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Founder J99 Corp, Gilang Widya Pramana, mengatakan perusahaan berupaya mengambil bagian sesuai kapasitas yang dimiliki dalam kondisi tersebut. 'Kami tentu turut prihatin dengan kondisi yang terjadi dan dampaknya bagi masyarakat. Sebagai J99 Corp, kami ingin hadir sesuai dengan apa yang bisa kami lakukan. Kepedulian bagi kami bukan hanya tentang melihat apa yang terjadi, tetapi bagaimana kami bisa mengambil langkah nyata untuk membantu kebutuhan masyarakat,' ujar Gilang.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.