Ringkasan Berita: Pernyataan Smotrich tersebut jauh melampaui tuntutan sebelumnya yang selama ini berfokus pada Area C.
Berdasarkan kerangka Oslo II 1995, Area C mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat dan berada di bawah kendali administratif serta militer penuh Israel.
SERAMBINEWS.COM - Menteri Keuangan Israel sekaligus politikus sayap kanan, Bezalel Smotrich, kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait masa depan wilayah pendudukan Palestina.
Smotrich secara terbuka menyatakan Perjanjian Oslo 'sudah tidak berlaku' dan mengklaim Area A dan B di Tepi Barat yang selama ini berada di bawah kewenangan administratif Palestina juga merupakan bagian dari wilayah Israel.
Pernyataan itu disampaikan Smotrich dalam sebuah konferensi, Minggu.
'Dalam hal apa pun, Oslo sudah tidak berlaku. Dalam hal apa pun, Area A dan B juga milik kami,' kata Smotrich. Ia bahkan mengakui pandangannya tersebut berbeda dengan posisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
'Itu merupakan perselisihan dengan perdana menteri,' ujarnya.
Baca juga: Israel Rekayasa Kelaparan di Gaza, Jutaan Warga Kini Bergantung pada Bantuan
Rekomendasi Untuk Anda
Pernyataan Smotrich tersebut jauh melampaui tuntutan sebelumnya yang selama ini berfokus pada Area C. Berdasarkan kerangka Oslo II 1995, Area C mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat dan berada di bawah kendali administratif serta militer penuh Israel.
Sementara Area A dan B mencakup sebagian besar pusat-pusat populasi Palestina. Area A berada di bawah kendali administratif dan keamanan Palestina, sedangkan Area B berada di bawah administrasi sipil Palestina dengan kewenangan militer Israel.
Serukan Pembubaran Otoritas Palestina
Smotrich juga menyerukan pembubaran Otoritas Palestina (PA), yang dibentuk sebagai bagian dari proses Oslo pada 1990-an.
Ia menyebut PA sebagai 'entitas teroris' dan menuduh lembaga tersebut membiayai serangan serta menghasut tindakan terhadap Israel.
Tak hanya itu, Smotrich mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap instruksi Netanyahu yang disebut memerintahkan pengosongan sejumlah lokasi Israel yang didirikan di Area A dan B.
'Netanyahu, sejauh yang saya ketahui, memberikan instruksi untuk mengevakuasi tempat-tempat yang didirikan di Area A dan B. Saya tidak menyukai instruksi itu,' katanya.
Ramalkan Perang Besar di Tepi Barat
Smotrich bahkan memprediksi Israel pada akhirnya akan melancarkan operasi militer besar-besaran di seluruh Tepi Barat.
'Tidak akan ada jalan untuk menghindari perang di Yudea dan Samaria dalam waktu dekat, di mana kami akan melucuti semua orang Arab di Yudea dan Samaria,' ujarnya, menggunakan istilah 'Yudea dan Samaria' yang lazim digunakan sejumlah pejabat Israel untuk menyebut Tepi Barat.
Ia mengklaim warga Palestina memiliki lebih banyak senjata dibandingkan yang diketahui publik dan mengatakan Israel harus menilai lawannya berdasarkan kemampuan mereka, bukan sekadar niat mereka.
Apa Arti Area A, B dan C?
(0)Comments