Terungkap! Pasangan Yang Kubur Bayi di Kebun Bandungan Semarang Ternyata Baru Lulus SMA

Terungkap! Pasangan Yang Kubur Bayi di Kebun Bandungan Semarang Ternyata Baru Lulus SMA
View on original source
Category: Politics
Share
Archive
Like
Semarang, Kepolisian Resor (Polres) Semarang mengungkap kasus penguburan bayi di sebuah kebun milik warga di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Penemuan jenazah bayi tersebut bermula ketika seorang warga bernama Gendro Susanto, 38 tahun, sedang mencari rumput untuk pakan ternak pada Kamis, 3 September 2026 sekitar pukul 15.30 WIB. Ia curiga melihat gundukan tanah yang masih terlihat baru di lahan kebun tersebut, kemudian menggali bersama warga lain dan menemukan jenazah bayi dalam posisi tertelungkup, terkubur di dalam tanah, dengan tubuh tertutup kain daster. Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, bayi yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dengan panjang tubuh sekitar 49 sentimeter dan berat sekitar 3,4 kilogram. Bayi tersebut diperkirakan baru dilahirkan sekitar satu hari sebelum ditemukan warga, meski kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan waktu kelahiran dan penyebab kematian secara pasti. Warga yang menemukan jenazah bayi tersebut segera melapor ke polisi, dan piket Unit Reskrim Polsek Bandungan langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasat Reskrim Polres Semarang AKP M. Bodia Teja Lelana mengungkapkan bahwa kedua orang tua bayi tersebut telah diamankan pada Jumat, 4 September 2026, satu hari setelah penemuan jenazah, oleh tim gabungan Satuan Reskrim Polres Semarang dan Unit Reskrim Polsek Bandungan. Bodia menjelaskan bahwa kedua pelaku ternyata baru saja lulus sekolah menengah atas dan memiliki hubungan berpacaran. Pelaku laki-laki diketahui berinisial WAP berusia 19 tahun, sementara pelaku perempuan masih berstatus anak di bawah umur, yakni 17 tahun. Kasus penguburan bayi di Bandungan, Semarang ini kemudian menjadi perbincangan luas di media sosial usai identitas kedua pelaku terungkap ke publik. Warganet dilaporkan turut menelusuri akun media sosial milik kedua pelaku yang memuat sejumlah unggahan kebersamaan mereka, yang kemudian dibanjiri komentar dan diunggah ulang oleh berbagai akun lain, memicu simpati luas terhadap bayi korban sekaligus kecaman terhadap kedua pelaku. Pihak kepolisian menegaskan proses hukum terhadap kedua pelaku masih terus berjalan, termasuk pendalaman motif dan kronologi lengkap kejadian sebelum bayi tersebut dikuburkan di area kebun warga. Kasat Reskrim Polres Semarang menyampaikan bahwa keterangan resmi lebih lengkap terkait perkembangan penyidikan kasus ini akan disampaikan menyusul, seiring proses pemeriksaan yang masih berlangsung terhadap kedua pelaku.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.