Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pihaknya siap menyalurkan tambahan 150 ribu ton jagung stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk mendukung kebutuhan peternak rakyat di berbagai daerah Indonesia.
Menurut Rizal, tambahan alokasi jagung SPHP diperlukan seiring meningkatnya kebutuhan jagung pakan guna mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang mendorong permintaan telur, daging, dan komoditas peternakan.
"Jagung SPHP ini Alhamdulillah sudah disepakati ada penambahan 150 ribu ton. Kebetulan di gudang Bulog juga tersedia dan mudah-mudahan ini bisa mendukung para peternak-peternak yang mengalami kesulitan pakan," kata Rizal, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Dia menyampaikan program jagung SPHP diprioritaskan bagi peternak rakyat skala kecil dan menengah agar memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau.
Ia menjelaskan pemerintah memberikan dukungan melalui penyediaan jagung SPHP dengan harga Rp5.000 per kilogram untuk membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat.
Lebih lanjut, dia mengatakan Bulog juga memiliki ketersediaan stok jagung di gudang sehingga penyaluran tambahan alokasi tersebut diharapkan dapat segera mendukung kebutuhan peternak yang mengalami kesulitan memperoleh jagung pakan.
Ia mengungkapkan realisasi penyaluran alokasi jagung SPHP sebelumnya telah mencapai sekitar 50 hingga 60 persen dan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Adapun program SPHP jagung pakan tahun 2026 tahap pertama telah dimulai sejak awal Mei lalu. Total kuota salur ditetapkan sebanyak 213,2 ribu ton yang terdiri dari kebutuhan jagung pakan bagi kelompok peternak skala usaha mikro, kecil, dan menengah.
Harga jagung pakan yang ditetapkan Bapanas antara lain Rp5.000 per kilogram (kg) dengan pengambilan di gudang Bulog dan harga maksimal di Rp5.500 per kg di tingkat peternak.
Penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui koperasi atau asosiasi kepada anggota yang telah terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian.
Menurut Rizal, penambahan alokasi SPHP jagung dilakukan sebagai langkah antisipasi jangka panjang mengingat dampak El Nino masih berpotensi mempengaruhi ketersediaan jagung bagi peternak.
"Realisasi distribusi baru sekitar 50,60 persen lah. Nah, cuman kita antisipasi untuk jangka panjang. Kasihan kan El Ninonya panjang ini," ucap Rizal.
Bulog saat ini memiliki stok jagung sekitar 140 ribu ton dan tetap melanjutkan pengadaan agar pasokan tersedia untuk mendukung kelancaran penyaluran program jagung SPHP kepada peternak.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa tambahan SPHP jagung pakan diperuntukkan bagi peternak unggas yang bukan korporasi. Peternak skala mikro harus merasakan kehadiran pemerintah.
"Bulog punya jagung. Kita minta nanti jagungnya itu SPHP jagung 150 ribu ton untuk menyuplai itu peternak-peternak yang UMKM. Bukan yang pabrik besar," kata Zulhas.
"Agar harga (jagung) ini (selama) musim paceklik (terjaga). Nah karena itu jagung ini, Bulog punya stok, itu kita kasih SPHP. Untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah. Bukan yang pabrik-pabrik yang besar," ujar Zulhas lagi.
Baca juga: Bulog NTT serap 2.330 ton jagung dukung industri peternakan
Baca juga: Bulog Sumut salurkan 604 ton jagung SPHP upaya stabilisasi harga
Baca juga: Dirut Bulog sebut anggaran serap gabah dan jagung capai Rp68,6 triliun
(0)Comments