Seorang mahasiswa berinisial AHP mengalami dugaan pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.
Korban yang berusia 20 tahun tersebut merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016-2020.
Peristiwa ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dan kini status perkaranya sudah naik ke tahap penyidikan.
Sekretaris LBH GP Ansor DKI Jakarta, Ismunanda Umafagur, menyebutkan bahwa korban adalah bagian dari keluarga besar organisasi mereka.
Kasus ini bermula ketika korban bertemu sejumlah temannya untuk mengerjakan tugas kuliah pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Setelah kegiatan tersebut selesai, seorang kakak kelas korban saat SMA menghubungi korban untuk mengajak melakukan pertemuan.
Dalam pertemuan itu, mereka dilaporkan membahas memori masa-masa sekolah serta sempat menyebut nama salah satu terduga pelaku.
Nama yang disebut kemudian mengetahui percakapan tersebut melalui pesan langsung dan menanyakan isi pembicaraan kepada korban.
Rasa tersinggung dari terduga pelaku diduga menjadi pemicu utama perselisihan yang berujung pada aksi kekerasan.
Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk bertemu di kawasan Kalibata guna melakukan proses klarifikasi masalah.
Terduga pelaku hadir di lokasi pertemuan bersama rekan-rekannya dengan menggunakan tiga unit mobil pribadi.
Berdasarkan keterangan korban, terdapat sekitar delapan orang yang mendampingi terduga pelaku saat insiden berlangsung.
Situasi mendadak berubah menjadi panik setelah rekan korban melihat salah satu orang mengambil dugaan senjata api dari dalam mobil.
(0)Comments