Citra Larasati - 08 September 2026 23:47 WIB
Kepemimpinan Pertamina Foundation dan Universitas Pertamina periode 2026:
Dewan Pengawas Pertamina Foundation Periode 2026:
Robby Rafid (Ketua Dewan Pengawas) Arya Dwi Paramita (Anggota Dewan Pengawas) Ivahtun Nurhayati (Anggota Dewan Pengawas) Erni Ginting (Anggota Dewan Pengawas) Bambang Pediantoro (Anggota Dewan Pengawas)
Rektor Universitas Pertamina Periode 2026–2031:
Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra (menggantikan Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, MS. IPU., Rektor Periode 2023 - 2026).
Baca Juga : Beasiswa BeZakat 2026 Diperpanjang, Ini Jadwal Barunya
(CEU)
Jakarta: Pertamina Foundation mengumumkan formasi baru Dewan Pengawas Pertamina Foundation serta Rektor Universitas Pertamina (UPER). Ini merupakan bagian dari langkah penguatan tata kelola dan kesinambungan organisasi dalam menjawab tantangan serta peluang ke depan.Kehadiran kepemimpinan baru ini diharapkan membawa energi, perspektif, dan kolaborasi baru, dengan tetap berpijak pada fondasi, capaian, dan nilai-nilai baik yang telah dibangun oleh para pemimpin sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, Pertamina Foundation selaku badan penyelenggara Universitas Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan integrasi ekosistem pendidikan dengan Pertamina Group.Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung agenda strategis perusahaan, khususnya di bidang keberlanjutan (sustainability), transisi energi, dan hilirisasi, sekaligus memastikan kontribusi Universitas Pertamina semakin relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan, Pertamina Foundation memiliki peran strategis sebagai mitra Pertamina dalam pelaksanaan program CSR, sekaligus mendukung penguatan ekosistem yang berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis Pertamina Group.Di sisi lain, Pertamina Foundation juga menjalankan peran sebagai jembatan yang menghubungkan ekosistem Pertamina dengan masyarakat, khususnya kelompok marginal dan masyarakat yang membutuhkan akses terhadap pendidikan tinggi."Town Hall Meeting hari ini bukan sekadar acara serah terima jabatan, melainkan bentuk keberlanjutan perjalanan. Kita menghargai dan belajar dari masa lalu, namun harus terus melangkah ke depan," ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.Agus mengatakan, Pertamina Foundation harus menjadi enabler dan katalisator transformasi Pertamina Group. "Ke depan, target utama kita mencakup pencapaian zero incident HSSE, pengembangan teknologi IT yang unggul, kreativitas riset di bidang biofuel, solar panel, serta waste management yang memberikan manfaat nyata bagi bisnis Pertamina dan masyarakat, hingga penguatan pengembangan bisnis yang mampu membawa institusi tumbuh menjadi pemain global," tegas Agus.Dalam laporan capaian terbarunya, Pertamina Foundation bersama Universitas Pertamina memaparkan berbagai hasil kerja nyata di sejumlah sektor strategis. Pada sektor pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kreatif, Pertamina Foundation tercatat telah mengembangkan 44 Desa Energi Berdikari, melatih 6.325 UMKM, serta menyalurkan bantuan modal usaha kepada 840 UMKM melalui program PFpreneur.Sejalan dengan kinerja foundation, Universitas Pertamina (UPER) mencatatkan deretan prestasi akademis dan pemeringkatan lembaga. UPER secara resmi telah menyandang Akreditasi UNGGUL dari BAN-PT berdasarkan SK No. 27/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2026.Pada ajang Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025, UPER menempati posisi Top 4 Kampus Terbaik Nasional untuk SDG's 7 sekaligus peringkat ke-25 Kampus Terbaik PTN-PTS di Indonesia. Capaian ini melengkapi raihan Silver Medal pada Anugerah Riset SINTA Award DIKTISAINTEK 2025.Ketua Dewan Pengawas Pertamina Foundation periode 2021 - 2026, Syahrial Mukhtar, menyampaikan apresiasi atas seluruh pencapaian dan menekankan pentingnya positioning masa depan."Perubahan iklim, transisi energi, hingga standar ESG telah menjadikan sustainability sebagai core daya saing bisnis. Ekosistem Pertamina yang besar membutuhkan dukungan riset dan aksi lingkungan yang sepadan. PF dan UPER harus memosisikan diri sebagai creator value. Wilayah operasi Pertamina dapat menjadi living laboratory riset UPER, dan program PF menjadi platform eksekusi serta scale-up solusi keberlanjutan," ujar Syahrial.Dewan Pengawas Periode 2026, menyampaikan, jajaran baru berkomitmen memperkuat prinsip tata kelola (stronger governance), kolaborasi lintas sektor (stronger collaboration), serta dampak program yang lebih terukur (greater impact) untuk menjawab tantangan transisi energi dan hilirisasi Pertamina Group.Ke depan, Pertamina Foundation berkomitmen untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung rantai nilai dan hilirisasi Pertamina Group. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan inovasi teknologi bersih, riset terapan, serta penyiapan talenta-talenta siap pakai yang mampu mengakselerasi transformasi energi berkelanjutan.
(0)Comments