Penerima Manfaat Banyak Ajukan Sanggah, Mensos: Ada Desil Loncat

Penerima Manfaat Banyak Ajukan Sanggah, Mensos: Ada Desil Loncat
View on original source
Category: Financial
Share
Archive
Like
KOMPAS.com- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul membeberkan banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengajukan sanggah pemeringkatan desil untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran. Mensosmeyakini pengajuan sanggah lebih banyak dari tahun lalu. "Sudah makin banyak. Dibanding tahun lalu saya yakin tahun ini lebih banyak yang melakukan sanggah," jelasnya dikutip dariAntara, Selasa (8/9/2026). Ramainya sanggah tak lepas dari ketersediaan kanal usul-penyanggahan yang mudah baik lewat aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos) atau situs resmi cek bansos guna mengakses Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Baca juga:Desil 1-4 Langsung Terima Bantuan Beras 30 Kg, Menko Pangan: Dirapel Kemensos sekalian menyiapkan kanal digital perlinsos.kemensos.go.id untuk digitalisasi penyaluran dan pengelolaan bansos. Adanya berbagai kanal pengaduan dan sanggahan membuat masyarakat bisa berpartisipasi dalam memperbaiki data penerima. Mensos menerangkan perubahan peringkatdesildi DTSEN entah naik atau turun itu wajar karena data selalu dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali. Bila peringkat kesejahteraan berubah tak serta merta bansos diputus atau istilahnya desil loncat. "Kalau sekarang ada desil loncat, tidak serta-merta terus bansosnya diputus. Tidak serta-merta itu," ujarnya. Baca juga:Cara Turunkan Peringkat Desil Lewat HP, Mudah dan Praktis Contohnya ada penerima manfaat yang secara kondisi ekonomi masih layak mendapatkan bantuan, tetapi berdasarkan pemutakhiran data berada pada Desil 7. Kondisi tersebut tidak otomatis membuat bantuan dihentikan, karena pemerintah masih akan melakukan pengecekan sebelum penetapan penerima pada awal periode penyaluran. Gus Ipul menjelaskan desil berubah-ubah karena adanya 12 juta data baru masuk dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). "Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat," kata Gus Ipul dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026). Ia berjanji desil segera stabil dan lebih akurat kedepannya. Baca juga:Pemerintah Janji Benahi Desil di DTSEN "Nah sekarang sudah distabilkan, dirapikan, diverifikasi dan validasi. Insyaallah dalam waktu 1-2 minggu ke depan, data ini akan makin akurat," kata Gus Ipul.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.