Survei Interaktif ACC Ungkap 80% Responden Memilih Investasi Emas Ketimbang Liburan

Survei Interaktif ACC Ungkap 80% Responden Memilih Investasi Emas Ketimbang Liburan
View on original source
Category: Financial
Share
Archive
Like
loading... Hasil polling interaktif yang digelar Astra Credit Companies (ACC) dalam Workshop Investasi Emas di Jakarta menunjukkan adanya pergeseran prioritas keuangan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Foto/Dok JAKARTA - Hasil polling interaktif yang digelar Astra Credit Companies (ACC) dalam Workshop Investasi Emas di Jakarta menunjukkan adanya pergeseran prioritas keuangan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Mayoritas peserta lebih memilih mengalokasikan dana mendadak untuk investasi ketimbang kebutuhan konsumtif.Dalam jajak pendapat secara langsung live survey menggunakan simulasi kepemilikan dana Rp10 juta, sebanyak 80% responden memilih untuk menempatkan uang tersebut ke instrumen investasi, sementara sisanya memilih untuk kebutuhan liburan maupun belanja. Baca Juga: Menjawab Tantangan Klasik UMKM, ACC Danaku Dukung Modal Pelaku Usaha Kuliner di Surabaya "Ternyata dari hampir 80 persen teman-teman yang ada di sini memilih investasi. Ini menunjukkan tingkat kesadaran secara umum dan pemikiran masyarakat sudah cukup matang untuk memikirkan sesuatu yang jangka panjang," ungkap Vice President Retention Business ACC, Muhammad Dimas Purbayanto di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Menurut analisis manajemen ACC, memilih alokasi dana untuk liburan memang memberikan nilai dalam bentuk kenangan memoriam. Namun, secara nilai ekonomi value of money, dana konsumtif tersebut akan habis seiring berjalannya waktu. Baca Juga: ACC Luncurkan Mobile Branch, Tingkatkan Pembiayaan di 2026 Berbeda halnya jika dana tersebut dihubungkan ke dalam instrumen investasi fisik seperti emas. Nilai aset yang dialokasikan saat ini dinilai memiliki kecenderungan kuat untuk meningkat di masa depan sejalan dengan pergerakan inflasi dan grafik historis harga emas. Manajemen ACC menilai tren positif kesadaran berinvestasi ini perlu didukung dengan kemudahan akses layanan pembiayaan yang aman dan terjangkau, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu memiliki dana besar terlebih dahulu untuk mulai mengumpulkan aset. (akr) Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari Follow Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.