Doa qunut Subuh menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam shalat Subuh, khususnya bagi penganut mazhab Syafi'i. Amalan ini berisi permohonan petunjuk, kesehatan, perlindungan, serta keberkahan kepada Allah SWT.
Seperti dilansir dari Cahaya, bacaan doa ini dilafalkan pada rakaat kedua shalat Subuh. Posisi pembacaannya dilakukan tepat setelah iktidal atau bangun dari gerakan rukuk.
Berikut adalah lafal doa qunut Subuh versi standar beserta teks latin dan terjemahannya:
اللّٰهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin: Allaahummahdinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadhait, fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa 'alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah aku petunjuk bersama mereka yang telah Engkau berikan petunjuk, dan jadikanlah aku dalam keadaan sehat bersama mereka yang telah Engkau jaga kesehatannya, dan peliharalah aku bersama mereka yang telah Engkau pelihara, dan berkahilah untukku apa-apa yang sudah Engkau berikan (kepadaku), dan lindungi lah aku daripada kejahatan apa-apa (takdir) yang sudah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkaulah Yang Menetapkan (takdir) dan tidak ditetapkan (takdir) kepada-Mu, dan sesungguhnya tidak akan menjadi hina siapa-siapa yang telah Engkau berikan pertolongan (dalam perkara-perkaranya), dan tidak akan mendapatkan kemuliaan siapa-siapa yang Engkau musuhi, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau."
Umat Islam juga dapat melafalkan doa qunut versi lengkap yang memuat tambahan istighfar dan shalawat berikut:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Allahummahdini fî man hadait, wa 'âfini fî man 'âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a'thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ 'alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya'izzu man 'âdait, tabârakta rabbanâ wa ta'âlait, fa lakal hamdu a'lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.
Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karunia kan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum.
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau.
Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya." Tata Cara Membaca saat Shalat Berjamaah
Pelaksanaan qunut dalam shalat berjamaah memiliki aturan khusus yang membedakannya dengan shalat munfarid atau sendiri.
Imam memimpin bacaan dengan mengangkat tangan setelah iktidal pada rakaat kedua. Suara lafal dianjurkan keras agar terdengar oleh jemaah.
Lafal permohonan diubah dari bentuk tunggal "ihdinî" menjadi jama "ihdinâ" agar mencakup seluruh makmum.
Makmum merespons dengan menyahut "amin" pada bagian doa. Ketika imam masuk pada bacaan pujian mulai dari "fainnaka taqdhi", makmum ikut membaca pujian tersebut secara pelan. Tata Cara Membaca saat Shalat Sendiri
Pengamalan qunut saat shalat Subuh sendiri dilakukan dengan cara yang lebih tenang tanpa pengerasan suara.
Bacaan dilafalkan pelan, sekadar cukup didengar oleh diri sendiri setelah bangun dari rukuk rakaat kedua.
Karena tidak ada posisi imam dan makmum, mushalli tidak perlu mengamankan bacaan dan langsung menyelesaikan seluruh rangkaian doa secara mandiri.
Imam Nawawi menjelaskan bahwa hukum membaca doa qunut pada shalat Subuh adalah sunnah muakkadah.
Apabila amalan ini terlewat baik sengaja maupun tidak, shalat tetap sah. Namun, umat Islam dianjurkan melakukan sujud sahwi sebelum salam untuk mengganti kesunnahan yang tertinggal.
(0)Comments