Membaca Bandung dari Jalan, Gedung, dan Kawasannya

Membaca Bandung dari Jalan, Gedung, dan Kawasannya
View on original source
Category: Tourism
Share
Archive
Like
Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas. Gedung Sate (Gouvernement Bedrijven) di Bandung sekitar 1938, dengan empat tentara Belanda dari pasukan kavaleri melakukan patroli di halaman gedung. Di sisi kiri tampak seorang laki-laki muda berdiri bersama sepedanya. Pernahkah kita melewati sebuah jalan atau berdiri di depan gedung tua di Bandung tanpa menyadari bahwa tempat itu sedang menyimpan cerita tentang perubahan kota? Bandung sering dikenali melalui nama-nama tempatnya. Ada Alun-Alun Bandung, Jalan Asia Afrika, Braga, Stasiun Bandung, Gedung Sate, Gedung Merdeka, Dago, Cihampelas, dan berbagai kawasan lain yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tempat-tempat tersebut hadir sebagai alamat, jalur perjalanan, pusat kegiatan, atau ruang pertemuan. Namun, di balik fungsi sehari-hari itu terdapat jejak perubahan pemerintahan, transportasi, perdagangan, pendidikan, perjuangan politik, kehidupan sosial, serta cara masyarakat menggunakan kota. Sejarah Bandung tidak selalu harus dicari di dalam buku. Sebagian jejaknya masih dapat dibaca langsung dari jalan, gedung, kawasan, dan ruang publik yang kita jumpai hari ini. Cara pandang tersebut membawa kita pada pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana ruang kota dapat membantu menjelaskan sejarah Bandung? Kota Bukan Sekadar Kumpulan Bangunan Kota terbentuk dari hubungan antara ruang dan aktivitas manusia. Jalan mengatur pergerakan orang dan barang. Gedung menyediakan tempat bagi pemerintahan, perdagangan, pendidikan, pertemuan, atau kegiatan sosial. Kawasan mempertemukan berbagai aktivitas yang kemudian membentuk pola kehidupan tertentu. Jika unsur-unsur itu dilihat secara terpisah, kita hanya mendapatkan informasi tentang tempat. Jika hubungan di antara semuanya diperhatikan, kita dapat melihat proses perubahan kota. Bandung memberikan contoh yang jelas. Perkembangannya berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung, pertumbuhan jaringan transportasi, pembentukan pemerintahan kota, perkembangan perdagangan dan pendidikan, pengalaman revolusi, sampai munculnya berbagai pusat kegiatan baru setelah kemerdekaan. Maka, memahami sejarah Bandung tidak cukup dengan menghafalkan tanggal dan nama tokoh. Kita perlu melihat mengapa suatu pusat pemerintahan dibangun di tempat tertentu, mengapa jalan tertentu berkembang, untuk apa sebuah gedung didirikan, siapa yang menggunakannya, dan bagaimana fungsinya berubah. Pendekatan tersebut membuat sejarah dapat diamati melalui ruang. Kota seolah memiliki halaman-halaman yang tersimpan pada jalan, bangunan, nama tempat, ruang publik, dan bahkan pada bagian kota yang sudah tidak lagi kita temukan. Dari Ibu Kota Kabupaten Menjadi Kota Jejak awal Bandung modern dapat ditelusuri ke awal abad ke-19. Kabupaten Bandung telah terbentuk sebelum Kota Bandung berkembang sebagai pusat perkotaan. Pusat pemerintahannya berada di Krapyak, yang sekarang dikenal sebagai Dayeuhkolot. Pada masa pemerintahan R.A.A. Wiranatakusumah II, muncul rencana memindahkan ibu kota kabupaten ke lokasi yang dianggap lebih strategis. Menurut sejarah yang dipublikasikan Pemerintah Kota Bandung, sekitar akhir 1808 atau awal 1809, Wiranatakusumah II bersama sejumlah rakyat berpindah dari Krapyak mendekati lokasi calon ibu kota baru. Setelah melalui beberapa tempat, pembukaan lahan dilakukan di sekitar Cikapundung. Bandung kemudian ditetapkan sebagai ibu kota baru Kabupaten Bandung melalui besluit atau surat keputusan bertanggal 25 September 1810. Pemerintah Kota Bandung dan Peraturan Daerah Kota Bandung menggunakan tanggal tersebut sebagai dasar Hari Jadi Kota Bandung. Fakta ini penting karena sejarah awal Bandung tidak tepat jika disederhanakan sebagai kota yang "didirikan Daendels".

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.