Awas! Kutu Hyalomma Menyebar di Eropa, Bawa Ancaman Virus Mematikan, Bisa Kejar Manusia

Awas! Kutu Hyalomma Menyebar di Eropa, Bawa Ancaman Virus Mematikan, Bisa Kejar Manusia
View on original source
Category: Health
Share
Archive
Like
Ringkasan Berita: Kutu Hyalomma yang bisa mengejar mangsa hingga 200 meter mulai menyebar ke wilayah utara Eropa akibat perubahan iklim. Kutu ini dapat membawa virus CCHF yang memicu demam berdarah, perdarahan hingga kegagalan organ dan kematian. Ilmuwan memperkuat pemantauan di Eropa. Pencegahan dilakukan dengan menghindari kutu, memakai pakaian tertutup dan pelindung antikutu. Kutu Hyalomma yang bisa mengejar mangsa hingga 200 meter mulai menyebar ke wilayah utara Eropa akibat perubahan iklim. SERAMBINEWS.COM, BERLIN – Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada cuaca dan lingkungan, tetapi juga memengaruhi penyebaran sejumlah hewan pembawa penyakit. Salah satunya adalah kutu Hyalomma, jenis kutu berukuran besar yang dikenal memiliki kemampuan mengejar manusia maupun hewan sebagai mangsanya. Kutu yang juga dijuluki 'kutu pemburu besar' itu sebelumnya lebih banyak ditemukan di kawasan Afrika, Asia, dan Eropa Selatan. Namun, meningkatnya suhu membuat habitat yang sesuai bagi Hyalomma semakin meluas ke wilayah utara Eropa. Rekomendasi Untuk Anda Kutu tersebut kini telah ditemukan di Jerman dan sejumlah negara Eropa Timur. Kosovo bahkan telah lama dikenal sebagai salah satu wilayah dengan populasi Hyalomma yang cukup tinggi. Yang membuat keberadaan kutu ini mendapat perhatian khusus adalah kemampuannya membawa virus penyebab demam berdarah Krimea-Kongo atau Crimean-Congo Hemorrhagic Fever (CCHF). Penyakit tersebut termasuk infeksi serius yang dapat menyebabkan perdarahan hingga kegagalan organ dan kematian. Hyalomma memiliki perilaku berbeda dibandingkan banyak jenis kutu lainnya. Jika sebagian kutu biasanya menunggu di rerumputan hingga manusia atau hewan melewatinya, Hyalomma dapat mendeteksi calon mangsa dari jarak hingga sekitar 200 meter dan bergerak mengejarnya. Baca juga: Viral Bayi Berusia 20 Hari Nangis Kejer Kupingnya Digigit Kutu Babi, Ibu : Udah Dicabut Masih Hidup Meski demikian, tidak setiap kutu Hyalomma membawa virus CCHF. Sebagian besar orang yang digigit kutu tersebut juga tidak otomatis mengalami penyakit. Namun, ketika infeksi terjadi, dampaknya dapat sangat berat.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.