AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah dan Pengaruhnya pada Kualitas Kerja

AI Bisa Bikin Hidup Lebih Mudah dan Pengaruhnya pada Kualitas Kerja
View on original source
Category: SciTech
Share
Archive
Like
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini perlahan menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Keberadaannya semakin dekat dengan aktivitas hidup mulai dari mencari ide hingga merangkum informasi. Kemudahan tersebut lantas memunculkan pertanyaan penting mengenai kualitas kerja manusia. Fenomena adopsi teknologi ini menjadi salah satu topik pembahasan dalam ajang IdeaFest 2026. CEO DANA Vince Iswara menilai bahwa ukuran keberhasilan teknologi tidak berhenti pada frekuensi penggunaannya. Nilai baru tercipta ketika inovasi tersebut mampu menyelesaikan persoalan secara nyata. Manusia tetap memegang kendali utama dalam menentukan konteks serta manajemen risiko. Perubahan cara bekerja juga terlihat jelas pada lingkungan operasional perusahaan keuangan tersebut. Sekitar 80-90 persen kode kini dihasilkan dengan dukungan sistem kecerdasan buatan. Namun, para pekerja teknis tetap harus memahami persoalan serta melakukan validasi keamanan. Kemampuan manusia pun bergeser pada pemahaman konteks dan pemikiran yang lebih kritis. Penerapan agentic AI sepanjang tahun 2025 bahkan mencatat peningkatan produktivitas yang cukup signifikan. Angka efisiensi tersebut memperlihatkan bahwa teknologi baru akan terasa manfaatnya saat membantu menyelesaikan masalah. Kebiasaan baru ini turut memengaruhi gaya hidup masyarakat yang kini terbiasa memanfaatkan asisten digital. Menjaga Batas Antara Mesin dan Tanggung Jawab Manusia Chief Technology Officer DANA Norman Sasono menegaskan bahwa manusia tetap memegang tanggung jawab penuh atas konteks, keputusan, dan manajemen risiko yang berjalan. Penerapan teknologi pintar tersebut sepanjang 2025 bahkan terbukti mampu meningkatkan produktivitas hingga 57 persen secara keseluruhan. Tidak hanya mendongkrak kinerja operasional, adopsi sistem itu juga mencatatkan penurunan kasus perjudian online hingga 80 persen dalam periode yang sama. Kendati efisiensi melonjak tajam, porsi pengawasan dan ketelitian manusia tidak boleh dikurangi agar hasil akhir tetap berada di jalur yang tepat. Pada akhirnya, teknologi hadir bukan untuk menggantikan peran esensial manusia, melainkan menjadi alat bantu dalam memecahkan berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

(0)Comments

 

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.