Pelajar SMP Dikabarkan Meninggal Usai Pembubaran Balap Liar, Polisi Masih Selidiki Dugaan Penyebab Kematian
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sebuah video yang mengabarkan meninggalnya seorang pelajar usai pembubaran balap liar di Purwokerto viral di media sosial.
Unggahan akun Instagram Banyumas24news tersebut telah ditonton sekitar 182 ribu kali dan memuat kabar duka Syaif Hidayat, pelajar SMP Negeri 1 Kembaran.
Dalam caption postingan itu menuliskan di balik upaya pembubaran aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong di kawasan Purwokerto, tersisa kabar duka.
Seorang pelajar bernama Syaif Hidayat dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Fakta Lengkap Pembunuhan Mozza di Semarang: Motif Pelaku, Sempat Survei Lokasi dan Pinjam Lakban
Dalam video tersebut ditampilkan informasi mengenai kabar duka dari keluarga besar SMP Negeri 1 Kembaran.
Syaif Hidayat disebut sebagai seorang pelajar yang menjadi bagian dari keluarga besar sekolah tersebut.
Ucapan belasungkawa juga beredar di media sosial.
Dalam unggahan itu disebutkan keluarga besar SMP Negeri 1 Kembaran turut berduka atas wafatnya Syaif Hidayat.
Informasi yang beredar menyebutkan Syaif diduga menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa pembubaran aksi balap liar dengan penggunaan knalpot brong di kawasan Purwokerto pada Sabtu malam.
Namun, hingga saat ini kronologi lengkap kejadian tersebut maupun penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian lantaran kabarnya terjadi di tengah upaya pembubaran aksi balap liar yang dinilai membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat di sekitarnya.
Dalam unggahan itu menulislan 'balap liar dan penggunaan knalpot brong sendiri merupakan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban serta membahayakan keselamatan.
Di sisi lain, tindakan kekerasan maupun pengeroyokan dalam upaya membubarkan aktivitas tersebut juga tidak dapat dibenarkan.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penanganan aksi balap liar secara tegas, namun tetap sesuai prosedur.
(0)Comments