Pembekala calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen. (Ahmad Khairudin/Radar Solo)
RADARSOLO.COM – Kabar duka meletup dari Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Kabupaten Sragen. Anisa Nur Fadilah, siswi kelas XI A asal Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Sragen mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen pada Minggu (6/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban meninggal dunia usai mengeluhkan demam tinggi hingga mengalami kejang-kejang. Peristiwa bernuansa duka ini sempat memicu isu miring di tengah masyarakat.
Namun, Kepala Desa Kedawung Riki Antono bergegas meluruskan rumor yang beredar. Ia menegaskan tidak ada unsur perpeloncoan maupun tindakan kekerasan fisik di lingkungan asrama sekolah.
'Bukan akibat kekerasan. Sakitnya memang sudah lama. Almarhumah memiliki riwayat penyakit hipertiroid atau kelenjar tiroid sejak sebelum masuk sekolah," ujar Riki saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2026).
Riki mendorong adanya evaluasi total terhadap sistem pengawasan kesehatan di lingkungan Sekolah Rakyat.
Menurut pengamatannya, mobilitas siswa asrama yang sakit cukup tinggi. Setiap hari, diperkirakan ada 5 hingga 10 siswa yang harus diantar berobat ke puskesmas menggunakan kendaraan operasional sekolah.
'Kami minta ada evaluasi mendalam di bidang kesehatan. Kalau bisa, di dalam sekolah atau asrama didirikan klinik khusus dengan penanganan medis yang memadai. Mengingat anak-anak tinggal di asrama dan jauh dari pengawasan langsung orang tua," tegas Riki.
Selain penyediaan klinik internal, Riki juga menyarankan agar proses seleksi penerimaan siswa baru lebih selektif dalam memetakan riwayat penyakit calon peserta didik.
(0)Comments