SEMARANG, beritajateng.tv – Teka- teki hilangnya Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja putri warga Gebugan, Kabupaten Semarang yang hampir 15 bulan tidak diketahui keberadaannya terkuak.
Polisi menyebut remaja warga lingkungan RT 04/RW 01 Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang tersebut kuat dugaan menjadi korban pembunuhan.
Tragisnya, jasad remaja tersebut ditemukan sudah menjadi kerangka, di lereng tebing jalan tol, tepatnya di kawasan Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Aparat kepolisian juga mengamankan MDVA (22), seorang pemuda asal Kabupaten Blora sebagai terduga pelaku, dalam dugaan tindak pidana pembunuhan tersebut.
BACA JUGA: Motif Pembunuhan Mozza Terungkap, Pelaku Cemburu Korban Chat dengan Pria Lain
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo mengungkapkan, saat interogasi awal, terduga pelaku MDVA mengakui telah menghabisi nyawa korban.
'Peristiwa tersebut kuat dugaan terjadi pada 25 Juni tahun 2025,' ungkap Kapolres, di Mapolres Semarang, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat 4 Septembet 2026.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menambahkan, peristiwa pembunuhan tersebut bermula dari cekcok antara terduga pelaku dengan korban.
'Berdasarkan keterangan sementara, lanjutnya, sebelum pembunuhan terjadi, sempat ada cekcok di tempat kos terduga pelaku pada 25 Juni 2025,' katanya.
Cekik korban, jasad Mozza di Jangli
MDVA melakukan pembunuhan dengan cara mencekik leher korban. Setelah mengetahui korban meninggal dunia, jasadnya pelaku buang di lereng tebing jalan tol, kawasan Jangli.
Meski demikian, masih kata AKBP Bodia, pengakuan awal terduga pelaku tersebut belum menjadi satu- satunya dasar dalam pengungkapan perkara ini.
Penyidik Satreskrim Polres Semarang masih terus mengumpulkan alat bukti. Mereka juga memeriksa sejumlah saksi serta melakukan berbagai langkah penyelidikan dan penyidikan lainnya.
BACA JUGA: Kenal di Tiktok, Cekcok di Kos, MVDA Pelaku Pembunuhan Mozza Bekap dan Buang Jasad Korban di Jangli
Sebagai bagian dari proses pengungkapan, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap kerangka korban dan pencocokan DNA dengan pihak keluarga korban.
Langkah tersebut guna memastikan berbagai fakta dalam perkara tersebut secara ilmiah dan memberikan kepastian terkait peristiwa yang sedang penyidik tangani.
'Pencocokan DNA korban dengan DNA pihak keluarga tersebut dalam upaya memberikan kepastian. Terutama dalam penanganan perkara yang sedang kami tangani,' tandas AKP Bodia. (*)
Editor: Ricky Fitriyanto
(0)Comments