KOMPAS.com- Selama sepekan terakhir, beredar berbagai narasi hoaks di media sosial. Misalnya, kabar mundurnya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dari jabatannya pada akhir Agustus 2026.
Lalu, isu penangkapan Ketua Gerakan Rakyat indonesia Bersatu (GRIB) Jaya oleh kepolisian setelah demonstrasi 27 Agustus 2026.
Video lama beberapa pejabat negara juga bermunculan dan dikaitkan dengan unjuk rasa yang terjadi.
Kemudian, kasus keracunan massal di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam di Sidoarjo, Jawa timur turut menjadi sasaran narasi hoaks.
Berikut ini TimCek FaktaKompas.commerangkum berbagai narasi hoaks yang beredar di media sosial pada 31 Agustus sampai dengan 7 September 2026:
Sejumlah akun Facebook membagikan video yang diklaim menampilkanGibranmengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil presiden (wapres) pada 28 Agustus 2026.
Namun, setelah ditelusuri, video tersebut merupakan konten lama ketika Gibran ketika masih menjabat sebagai wali kota Solo.
Dikutip dariKompas TV,17 Juli 2024, video itu merupakan momen pengunduran diri Gibran sebagai wali kota Solo setelah terpilih menjadi calon wakil presiden 2024-2029.
Keputusan pengunduran diri putra sulung mantan Presiden RI, Joko Widodo itu disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Surakarta 2024.
Gibran mengaku ingin mempersiapkan pelantikannya sebagai wakil presiden RI pada 20 Oktober 2024 sehingga memilih mundur dari wali kota Solo.
Informasi selangkapnya dapat dibaca disini.
Sejumlah pejabat, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjadi sasaran narasi hoaks demonstrasi 27 Agustus 2026.
Video yang menampilkan Ketua Umum Golkar itu mengaku tidak mengetahui adanya unjuk rasa di depan Gedung DPR RI beredar di media sosial.
Setelah dicek, video tersebut merupakan wawancara Bahlil dengan wartawan mengenai aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025.
Pada saat itu, Bahlil mengaku tidak mengetahui ada demo di depan Gedung DPR RI karena sedang sibuk rapat sehingga tidak sempat mengecek pemberitaan di media sosial.
(0)Comments