Satukanal.com, Jember – Penantian keluarga Iswandi berakhir pada Minggu (6/9/2026) malam.
Jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Biting, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, itu akhirnya tiba di rumah duka setelah dipulangkan dari Malaysia.
Jenazah pria berusia 51 tahun tersebut tiba sekitar pukul 21.18 WIB.
Tangis dan suasana haru menyertai kedatangan jenazah sebelum keluarga dan warga mengantarkan almarhum untuk dimakamkan di kampung halaman.
Iswandi meninggal dunia saat berada di Malaysia.
Kepulangannya ke Jember harus melalui sejumlah proses administrasi karena melibatkan pengurusan dokumen dan koordinasi antarnegara.
Di tengah proses tersebut, keluarga mendapat pendampingan dari sejumlah pihak.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Muhammad Zamroni, bersama Camat Arjasa dan Camat Pakusari datang menemui keluarga setelah jenazah tiba di rumah duka.
'Bapak Bupati memastikan warga yang mengalami musibah di luar negeri dapat kembali ke tanah air dan dimakamkan dengan layak,' ujar Zamroni.
Biaya pemulangan Iswandi dari Malaysia hingga Jember ditanggung secara pribadi oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Proses tersebut tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Selain pemerintah daerah, Anggota DPR RI Bambang Haryadi juga ikut mengawal proses administrasi di Jakarta.
Pengawalan dilakukan untuk membantu penyelesaian dokumen yang diperlukan dalam proses kepulangan jenazah.
Bagi Nita, putri Iswandi, bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarganya.
Ia mengaku bersyukur karena jenazah sang ayah akhirnya bisa kembali dan dimakamkan di tanah kelahirannya.
'Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Gus Bupati serta Bapak Bambang Haryadi atas kepedulian dan bantuan cepatnya,' kata Nita.
Kepulangan Iswandi menjadi perhatian keluarga bukan hanya karena duka yang ditinggalkan, tetapi juga karena proses membawa pulang jenazah dari luar negeri membutuhkan pengurusan yang tidak sederhana.
Setelah melewati seluruh proses tersebut, Iswandi akhirnya kembali ke Biting.
Bagi keluarganya, kepulangan itu menjadi kesempatan terakhir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum di kampung halaman. (Adv/Sup)
(0)Comments