UN

unknown

Putranya Meninggal Tenggelam Saat Kemah Akbar, Ibu Siswa Al Furqon Sesalkan Lambatnya Pemberitahuan

Image
EVAKUASI - (Ilustrasi) Seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Martapura kawasan Siring Pandang, Kota Banjarmasin, Minggu (2/8/2026). BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tangis Atikah tak kuasa ditahan saat menceritakan kembali kabar yang diterimanya tentang putra pertamanya, M Farhan Alkatiri (13), yang meninggal dunia setelah tenggelam saat mengikuti Kemah Akbar di kawasan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Minggu (6/9/2026). Sejak pagi, Atikah mengaku sudah berulang kali menghubungi telepon Farhan. Namun, tidak ada jawaban. Karena khawatir, ia kemudian menghubungi ibu dari teman Farhan untuk menanyakan keberadaan anaknya. 'Saya kaget, telepon-telepon sejak pagi tidak diangkat. Saya hubungi mamanya teman Farhan, saya tanyai di mana. Dicari katanya,' tutur Atikah. Kekhawatirannya semakin menjadi ketika seorang temannya menelepon sambil menangis dan meminta dirinya segera datang. Baca juga: Dua Siswa MTs Al Furqan Meninggal Tenggelam di Kolam Kampus UMB Batola Saat itu Atikah masih berada di kawasan Gambut. Ia kemudian mencoba meminta bantuan melalui grup sekolah. 'Langsung di grup sekolah saya chat, tolong anak saya. Tidak ada yang merespons. Tolong anak saya dibawa ke mana,' katanya. Atikah kemudian mendapat informasi bahwa Farhan dibawa ke RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Ia pun langsung mendatangi rumah sakit tersebut. Namun, Farhan ternyata tidak berada di sana. Belakangan ia mendapat informasi bahwa anaknya dibawa ke Klinik Setara di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala. Kondisi tersebut membuat Atikah mempertanyakan penyampaian informasi dari pihak sekolah. Menurutnya, orangtua seharusnya segera diberitahu begitu kejadian diketahui. 'Saya menyesali sekolah lambat memberitahu. Harusnya dua jam lebih itu, paling tidak langsung hubungi orangtua, hubungi tim SAR, siapapun,' ujarnya. Atikah juga mengaku baru mengetahui sebagian kronologi kejadian dari pemberitaan dan cerita sejumlah orang. Ia mendapat informasi bahwa beberapa siswa sempat masuk atau terjatuh ke kolam. Tiga siswa disebut berhasil diselamatkan, sementara Farhan dan seorang siswa lainnya, Rizqi Adly Fakhrian (13), meninggal dunia. Menurut Atikah, ada pula teman Farhan yang sempat melihat putranya berada di kolam. Bahkan, ia mendapat cerita ada siswa yang sempat mencoba memegang Farhan dan ada pula yang melaporkan kejadian tersebut kepada guru.
Putranya Meninggal Tenggelam Saat Kemah Akbar, Ibu Siswa Al Furqon Sesalkan Lambatnya Pemberitahuan
View on original source
Share
Archive
Like

(0)Comments

 

Related Opinion

A note on cookies

Newshunt uses essential cookies to keep you signed in and to remember your language and country, so the site works the way you expect. With your permission, we'd also like to use analytics cookies to understand how people use Newshunt and improve it over time.

Accepting only affects analytics. To learn more, view our Privacy Policy or Terms & Conditions.