Sosok yang dikenal sebagai "Nenek Sheng Siong" itu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah menjadi korban penculikan untuk tebusan pada 2014.
Nenek Sheng Siong Meninggal di Usia 91 Tahun. Sosok yang dikenal sebagai "Nenek Sheng Siong" itu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah menjadi korban penculikan untuk tebusan pada 2014.
TRIBUNSTYLE.COM - Dikutip TribunStyle.com dari Goody Feed pada Senin 7 September 2026, Ng Lye Poh, ibu dari CEO Sheng Siong Group Lim Hock Chee, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Sosok yang dikenal sebagai "Nenek Sheng Siong" itu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah menjadi korban penculikan untuk tebusan pada 2014.
Kabar meninggalnya Ng Lye Poh dilaporkan Lianhe Zaobao pada Minggu 6 September. Tidak disebutkan penyebab kematiannya.
Semasa hidup, Ng dikenal oleh warga di lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan setelah bisnis Sheng Siong berkembang menjadi jaringan supermarket besar di Singapura, ia tetap sering menghabiskan waktu di kawasan HDB dan dikenal sebagai sosok yang ramah serta mudah didekati.
Sosok yang dikenal sebagai "Nenek Sheng Siong" itu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah menjadi korban penculikan untuk tebusan pada 2014. (Goody Feed)
Acara penghormatan terakhir untuk Ng digelar di Woodlands Memorial. Keluarga telah memesan seluruh lantai lima untuk acara tersebut yang dimulai pada 6 September. Pemakamannya dijadwalkan berlangsung pada Jumat (11/9) pukul 14.00 waktu setempat.
Diculik pada 2014
Nama Ng Lye Poh dikenal luas oleh masyarakat Singapura setelah dirinya menjadi korban penculikan pada 8 Januari 2014. Saat itu, ia berusia 79 tahun.
Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Singapura, pelaku bernama Lee Sze Yong telah mengamati aktivitas Ng selama berbulan-bulan sebelum mendekatinya di dekat jembatan layang di Hougang Avenue 2.
Rekomendasi Untuk Anda
Lee kemudian bertanya apakah Lim Hock Chee merupakan anak Ng. Ia lalu berbohong dengan mengatakan bahwa Lim mengalami kecelakaan di kantornya dan meminta Ng ikut bersamanya untuk menemui sang anak.
Karena khawatir dengan kondisi putranya, Ng bersedia masuk ke mobil Lee. Namun, setelah itu Lee menutup matanya dan menghubungi Lim untuk meminta uang tebusan.
Awalnya, Lee meminta tebusan sebesar S$20 juta untuk membebaskan Ng. Lim dan keluarganya kemudian menghubungi polisi dan berusaha memenuhi tuntutan tersebut.
Pada malam harinya, Lim memberi tahu Lee bahwa ia berhasil mengumpulkan S$2 juta. Pelaku akhirnya menyetujui jumlah tersebut.
Uang Tebusan Disembunyikan di Taman
Baca juga: Perburuan 10 Anggota Kartel Meksiko oleh Seorang Emak-emak, Semua Berawal dari Penculikan Putrinya
Lee kemudian memerintahkan Lim membawa uang tunai tersebut ke Sembawang Park.
Sekitar pukul 23.10, Lim diminta meninggalkan tas berisi S$2 juta di bawah sebuah pohon dekat paviliun. Lee kemudian mengambil tas tersebut dan menyembunyikannya di antara semak-semak di sekitar lokasi.
Setelah menerima uang, Lee membawa Ng menuju kawasan Seletar Camp dan akhirnya melepaskannya di dekat sebuah halte bus.
Dalam persidangan, Ng menceritakan bahwa selama disekap, ia dibawa berkeliling dengan mata tertutup dan tidak diberi air minum. Setelah dibebaskan, ia juga sempat terjatuh di pinggir jalan.
(0)Comments