Kontrolnews.co – Lampung | Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan signifikan sejak beberapa hari terakhir. Erupsi yang terjadi secara beruntun ini memicu suara dentuman serta gemuruh yang terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Pasauran, Banten. Minggu, 6 September 2026.
Erupsi terkini yang berlangsung intens sejak Jumat malam memuntahkan material vulkanik berupa piroklastik dan hembusan lava incandescent (lava fountain).
Sebagaimana dilansir berita detik.news dan detik.com, tinggnya intensitas lontaran material batu pijar dilaporkan sempat merusak kamera pengawas (CCTV) pemantau milik Badan Geologi yang berada di dekat kawah aktif.
Menurut data rekaman seismogram dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terekam memiliki amplitudo maksimum hingga 70 milimeter dengan durasi kegempaan yang berlangsung relatif lama. Lontaran material pijar dan abu vulkanik kini dominan tertiup angin ke arah barat laut.
News Trending Kapolres Majalengka Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Zebra Lodaya 2021
Pihak PVMBG menegaskan status Gunung Anak Krakatau saat ini tetap berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diimbau ketat untuk tidak mendekati kawah atau beraktivitas dalam radius zona bahaya 3 kilometer dari pusat erupsi.
Meskipun dentuman dan getaran sempat memicu kekhawatiran warga pesisir Banten dan Lampung, PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak panik. Pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pasca-kejadian 2018 Adikonfirmasi masih relatif kecil sehingga belum berpotensi menimbulkan keruntuhan tubuh gunung yang berujung tsunami.
Warga diminta untuk tetap tenang dan selalu memantau pembaruan informasi resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Post Views:
11
(0)Comments